ADVERTISEMENT

Akhir Pelarian Koruptor di Tenda Pengungsian Korban Gempa

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 29 Jan 2021 11:12 WIB
Ilustrasi buron, buronan, buron ditangkap (Andhika-detikcom)
Ilustrasi buron (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Pelarian Mubassir sejak 2012 dari proses hukum berhenti di tenda pengungsian korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Dia merupakan terpidana kasus korupsi proyek pengadaan partisi dan penataan ruangan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Parepare pada 2007.

"Mengamankan dan menangkap terpidana Mubassir, DPO perkara korupsi pada Kejari Parepare," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kasipenkum Kajati Sulsel) Idil saat dimintai konfirmasi pada Jumat (29/1/2021).

Mubassir ditangkap jaksa gabungan dari Kejati Sulsel bersama Kejati Sulbar dan Kejari Parepare. Idil mengatakan penangkapan Mubassir dilakukan pada Kamis (28/1) di lokasi pengungsian Perumahan Mutiara Gading, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulbar. Mubassir merupakan terpidana tindak pidana korupsi proyek pengadaan partisi dan penataan ruangan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Parepare tahun anggaran 2007.

Adapun nilai kerugian keuangan negara terkait kasus itu sebesar Rp 200 juta. Selanjutnya buron kasus korupsi itu dibawa ke Kejari Parepare untuk segera ditahan di LP Parepare.

"Tim membawa terpidana dari Mamuju menuju Kejari Parepare untuk kelengkapan administrasi, selanjutnya dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Parepare untuk menjalani pidana penjara," ungkapnya.

Dalam kasus ini, Mubassir terbukti bersalah melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ia dieksekusi berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung Nomor 1617 K/Pid.Sus/2011 tanggal 19 Maret 2012. Terpidana Mubassir akan menjalani hukuman penjara 1 tahun dan denda sebesar Rp 50 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana 2 bulan.

Selain itu, dia harus membayar uang pengganti Rp 30.753.122,67, apabila tidak mampu membayar uang pengganti tersebut, maka terpidana menjalani pidana penjara 3 bulan.

(yld/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT