Bantah Dukung FPI, Ketum KNPI: Abu Janda Bikin Kacau Pemerintahan Jokowi

Mochamad Zhacky - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 19:05 WIB
Haris Pertama.
Foto: Haris Pertama. (Dok: Pribadi)

Selain itu, Haris menjelaskan pelaporan KNPI terhadap Permadi Arya alias Abu Janda juga dilakukan untuk menepis anggapan kebal hukum. Dia menegaskan perilaku Abu Janda tidak bisa dibiarkan, sebab bukan tak mungkin akan berimbas buruk terhadap jalannya pemerintahan.

"Jadi yang harus digarisbawahi, Abu Janda inilah perusak citra pemerintahan Pak Jokowi. Makanya kita KNPI mengambil langkah, karena orang banyak bilang dia kebal hukum. Kita kan tahu sama-sama bahwa di Indonesia ini tidak ada satu pun manusia di Indonesia yang kebal hukum, bahkan sekali pun presiden. Itu kan penegakan hukum di kita. Lah kok dia seakan-akan tantang hukum, tantang saya. Maksud saya manusia kaya gini nih nantinya menghina semua orang. Bisa-bisa negara kita ini dilecehkan sama dia," papar Haris.

Diberitakan sebelumnya, Permadi Arya alias Abu Janda menanggapi laporan KNPI terhadapnya soal dugaan rasisme kepada Natalius Pigai. Ia menilai pelaporan itu kental dengan muatan politis.

"Ini jelas dendam politik karena pelapornya ini Haris Pertama, ini pembela FPI, saya punya jejak digitalnya. Ini jelas Haris Pertama ini jelas sakit hati FPI dibubarin. Terus dia mau balas dendam Rizieq dipenjara, dia mau mata balas mata, ini jelas motifnya politik ini," kata Abu Janda saat dihubungi detikcom, Kamis (28/1/2021).

Abu Janda menilai laporan Haris Pertama bersifat asumtif. Padahal, menurutnya, kata-kata yang dia lontarkan bukan sebuah pernyataan, melainkan pertanyaan.

Ia juga mengaku bahwa kata-kata 'evolusi' yang ditujukan kepada Natalius Pigai saat itu tidak ada kaitannya dengan Teori Darwin.

"Yang aku maksud itu jadi 'Kau ini sudah berkembang belum otak kau', itu maksudnya kau nggak ada otak gitu, cuma dikaitkan ke Teori Darwin sama si Rocky Gerung itu," sambungnya.

Halaman

(zak/tor)