Divaksin Kedua, Ganjar Pranowo: Kami Harap Vaksinasi di Jateng Lancar

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 13:22 WIB
Pemprov Jateng
Foto: Pemprov Jateng
Jakarta - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan vaksinasi dosis kedua di RSUD Tugurejo, Semarang. Usai divaksin, ia mengungkapkan harapannya agar vaksinasi di Jateng berlangsung sukses. Bersama forkopimda, ia membuktikan proses vaksinasi aman.

"Buktinya kami sehat-sehat saja, tidak ada dampak apapun baik kemarin setelah vaksin dosis pertama, juga pada vaksin dosis kedua ini. Maka kami harap proses vaksinasi di Jateng berjalan lancar dan seluruh masyarakat mendukung," ujar Ganjar dalam keterangan tertulis, Kamis (28/1/2021).

Mengingat hari vaksinasi bertepatan dengan Kamis pekan keempat yang mewajibkan seluruh ASN mengenakan baju adat nusantara, Ganjar tampil nyentrik dengan mengenakan baju adat Riau berwarna kuning cerah dilengkapi sarung dan ikat kepala.

Namun ada yang berbeda dari baju adat khas Melayu yang digunakan Ganjar. Di bagian lengan kirinya dipasangi resleting sehingga ia tak perlu repot menyingsingkan baju panjangnya ketika divaksin.

"Saya kan ditanya besok mau pakai baju adat apa? Saya jawab Riau. Kemudian staf saya bilang, tapi itu kan lengan panjang pak. Langsung saya panggil penjahit saya. Gimana caranya biar tidak perlu ditarik. Akhirnya dibuatkan resleting di lengan atas," jelasnya.

Ide desain baju tersebut terinspirasi dari Bupati Sragen, Kusdinar Yuni Sukowati yang memasang resleting di lengan baju muslimnya ketika vaksinasi pertama. Bedanya Kusdinar memasang resleting di tengah lengan, sementara Ganjar di bagian atas lengan sehingga kain lengan kirinya bisa dilepas.

"Saya terinspirasi dari Bupati Sragen, tapi dia disobek tengahnya. Kata penjahit saya, jangan pak, biar tidak kelihatan merubah desainnya, jadi dipasang di atas dan diputar. Ini hanya 15 menit saya bawa bajunya ke penjahit, kemudian direparasi. Lebih efektif untuk vaksinasi," paparnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen juga menegaskan tak ada gejala apapun yang dirasakan selama disuntik vaksin tersebut. Ia pun meminta masyarakat untuk tidak takut atau ragu dengan program vaksinasi ini.

"Tidak ada rasa apa-apa, tidak ada gejala yang saya rasakan selama dua minggu lalu. Tidak ada capek, pegal-pegal, nyeri atau apapun. Cuma ngantuk saja setelah disuntik," ujarnya.

"Semuanya aman, jadi masyarakat tidak perlu ragu. Vaksin ini aman dan halal," tutupnya.

Pada kesempatan itu, jajaran forkopimda Jateng juga ikut dalam vaksinasi dosis kedua, di antaranya Kapolda Jateng, Pangdam IV Diponegoro, Kejati Jateng, Wakil Ketua DPRD Jateng, Kanwil Kemenag, Ketua IDI Jateng, Ketua PPRI Jateng, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya. (ega/ega)