Menristek Ungkap Progres Pengembangan Vaksin COVID-19 Merah Putih

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 11:19 WIB
Menristek Bambang dorong ilmuwan RI temukan vaksin virus corona COVID-19.
Menristek Bambang Brodjonegoro (Foto: dok. Kemenristek)
Jakarta -

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro memaparkan progres vaksin COVID-19 Merah Putih. Bambang menargetkan bibit vaksin Merah Putih bisa dikirim ke PT Bio Farma pada Maret mendatang.

"Dan mengenai progres vaksin Merah Putih sendiri, kita harapkan bulan Maret ini bibit vaksin mulai diserahkan kepada PT Bio Farma dan kita juga mengundang dan mendorong perusahaan swasta lain untuk ikut berpartisipasi dalam industri pengembangan vaksin," kata Bambang dalam rapat koordinasi Riset dan Inovasi Nasional Tahun 2021 yang disiarkan melalui YouTube Kemenristek/BRIN, Kamis (28/1/2021).

Bambang mengatakan program vaksinasi virus Corona butuh waktu yang panjang. Dia menyebut, untuk mencapai herd immunity, sebanyak 180 juta warga di Indonesia harus divaksin.

"Karena vaksinasi membutuhkan waktu panjang dan dibutuhkan untuk memenuhi herd immunity sekitar 180 juta orang dengan patokan dua pertiga jumlah penduduk dan kemarin kepada BPS mengumumkan hasil sensus penduduk, penduduk kita total 270 juta. Berarti dua pertiga adalah 180 juta dan karena satu orang diperlukan 2 kali penyuntikan atau 2 dosis, diperlukan 360 juta dosis," kata dia.

Bambang mengatakan vaksin Merah Putih belum bisa digunakan pada vaksinasi tahap awal. Dia menargetkan vaksin Merah Putih bisa digunakan untuk menjaga kesinambungan vaksinasi.

"Untuk memenuhi itu meskipun kita belum berpartisipasi awal, insyaallah vaksin Merah Putih akan ikut berpartisipasi tidak hanya dalam program vaksinasi tahap awal ini, yang diperkirakan berlangsung sepanjang tahun ini sampai awal tahun depan, tapi juga kita harapkan vaksin Merah Putih akan menjaga kesinambungan dari herd immunity yang kita harapkan bisa tercapai dengan program vaksinasi tahap awal ini," kata dia.

"Mengingat kemungkinan daya tahan tubuh yang ditimbulkan oleh vaksin COVID-19 dari berbagai perusahaan yang ada di berbagai belahan dunia kemungkinan tidak akan bertahan selamanya di tubuh kita, sehingga akan ada kemungkinan diperlukan vaksinasi ulang atau boosting yang mungkin dilakukan apakah tahun depan atau 2 tahun lagi dan pada waktu itu, pada waktu tahapan vaksinasi ulang kita harapkan di situlah vaksin Merah Putih memegang kendali dan sekaligus kita menegaskan mengenai kemandirian vaksin yang sangat penting dalam mengembangkan kebijakan kesehatan yang sifatnya preventif atau pencegahan," sambungnya.