ADVERTISEMENT

Petinggi KAMI Jumhur Bacakan Eksepsi Perkara Ujaran Kebencian Hari Ini

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 09:57 WIB
Tersangka Petinggi Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat (kanan) tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (16/10/2020). Jumhur Hidayat  diperiksa Direktorat  Siber Bareskrim Polri sebagai tersangka dalam kasus penyebaran informasi yag ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau pemberitahuan bohong dengan menerbitkan keonaran dikalangan rakyat terkait penolakan  terhadap pengesahan UU Cipta Kerja. ANTARA FOTO/Reno Esnir/pras. *** Local Caption ***
Jumhur Hidayat (Reno Esnir/Antara Foto)
Jakarta -

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) kembali menggelar sidang petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat terkait ujaran kebencian. Agenda sidang hari ini adalah mendengarkan eksepsi Jumhur.

"Benar, hari ini sidangnya, jadwal jam 10.00 WIB, agenda pembacaan eksepsi dari pihak terdakwa," ujar pejabat Humas PN Jaksel Suharno saat dihubungi Kamis (28/1/2021).

Dihubungi terpisah, kuasa hukum Jumhur, Oky, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan eksepsi atau nota keberatan yang akan diajukan. Dia berharap hakim mengabulkan eksepsi tersebut.

"Harapannya, hakim mengabulkan eksepsi atau nota keberatan kami tim kuasa hukum," kata Oky.

Diberitakan sebelumnya, Jumhur Hidayat didakwa menyebarkan berita bohong terkait omnibus law UU Cipta Kerja. Jumhur didakwa dengan Pasal 14 ayat 1 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Selain itu, Jumhur didakwa menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan rasa kebencian antarkelompok.

"Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana, dalam Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan dari UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," jelas jaksa saat membacakan surat dakwaan, Kamis (21/1).

Kasus ini bermula pada 25 Agustus 2020, pukul 13.15 WIB, dan 7 Oktober 2020, pukul 08.17 WIB, ketika Jumhur Hidayat menyiarkan berita bohong yang dia lakukan dari rumahnya di Jalan Saraswati, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jaksel.

Jaksa menerangkan melalui akun Twitter @jumhurhidayat, pada 25 Agustus 2020, Jumhur mem-posting kalimat 'Buruh bersatu tolak Omnibus Law yg akan jadikan Indonesia menjadi bangsa kuli dan terjajah'.

Pada 7 Oktober 2020, dia juga mem-posting kalimat soal UU Ciptaker, 'UU ini memang untuk primitive investor dari RRC dan PENGUSAHA RAKUS. Kalau INVESTOR BERADAB ya seperti di bawah ini'. Dalam posting-annya, Jumhur memberikan tautan berita sebuah media daring berjudul '35 Investor Asing Nyatakan Keresahannya terhadap Pengesahan UU Cipta Kerja'.

(dwia/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT