TNI Kerahkan Helikopter untuk Kirim Logistik ke Desa Datar Ajab Kalsel

Muhammad Risanta - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 20:20 WIB
Helikopter TNI dikerahkan untuk mengirim bantuan logistik ke Desa Datar Ajab, Kalimantan Selatan
Helikopter TNI dikerahkan untuk mengirim bantuan logistik ke Desa Datar Ajab, Kalimantan Selatan (Foto: dok. Istimewa)
Hulu Sungai Tengah -

Satu unit helikopter TNI dikerahkan untuk mengirim logistik ke lokasi banjir dan longsor di Desa Datar Ajab, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Pengiriman dengan helikopter ini dilakukan karena akses darat yang sulit dilalui.

Komandan Korem 101 Antasari Brigjen Firmansyah mengatakan bantuan yang dikirim dipusatkan di kawasan terdampak langsung banjir bandang dan longsor. Pengiriman dilakukan dalam dua kali perjalanan setiap harinya.

"Ini merupakan bantuan kemanusiaan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) untuk korban banjir Kalsel, terutama masyarakat Desa Datar Ajab di Kecamatan Hantakan. Karena sulitnya akses kendaraan menuju lokasi Desa Datar Ajab dan sekitarnya karena kondisi medan akibat tanah longsor, sehingga pengiriman logistik pun dilakukan dengan menggunakan heli TNI AD," kata Firmansyah kepada wartawan, Rabu (27/01/2021).

Firmansyah mengatakan bantuan logistik itu diberikan langsung ke daerah yang terisolasi. Helikopter didaratkan langsung ke tempat yang aman sehingga barang-barang yang dikirim tidak rusak.

"Ini merupakan salah satu upaya dari negara untuk bisa lebih dekat menjangkau masyarakat yang terkena musibah. Kita daratkan di lokasi pemberian bantuan sehingga barang-barang yang didistribusikan itu tidak rusak. Kita akan usahakan heli bisa terbang difokuskan ke titik lokasi yang benar-benar terisolasi," ujarnya.

Sebelumnya, banjir dan tanah longsor melanda kawasan Desa Ajab, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pada pertengahan Januari 2021.

Tak hanya meluluhlantakkan sejumlah desa, banjir juga menelan korban jiwa. Warga Hantakan yang mayoritas Komunitas adat Dayak Meratus termasuk yang paling terdampak.

Bantuan kegawatdaruratan dan logistik pun sempat terhambat karena akses menuju desa hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama beberapa jam.

(eva/eva)