Dorongan Pilkada 2022 Dinilai demi Panggung Anies Baswedan Menuju Pilpres

Rolando Fransiscus Sihombing, Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 14:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Anies Baswedan (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Elite partai politik berdebat tentang jadwal Pilkada DKI Jakarta 2022, seperti jadwal di RUU Pemilu. Sejumlah parpol yang mendorong Pilkada DKI 2022 dinilai punya strategi khusus untuk 2024.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, menilai ada sejumlah partai yang mencari atau mempertahankan jagoannya untuk Pilpres 2024. Salah satunya melalui jalur awal, yakni Pilkada 2022.

"Jadi ada partai-partai yang mencari jagoan atau mempertahankan jagoan, ya misalnya mau mencari calon presiden baru atau alternatif di luar yang ada sekarang ini melalui Pilkada Jakarta, Jabar, Jateng, dan Jatim, terutama Pilkada Jakarta, karena Jakarta lah pilkada rasa pilpres," kata Qodari kepada wartawan, Rabu (27/1/2021).

Nama Anies pun tersebut dipertahankan partai tertentu untuk maju pada capres 2024. Mengawali pencapresan itu, Anies dinilai bisa memulai dari Pilkada DKI 2022 jika tetap digelar.

"Kemudian juga yang ingin mempertahankan nama-nama yang ada sekarang, misalnya Anies di Jakarta. Kalau tidak pilkada, maka kemudian Anies tidak menjabat 2022-2024, karena diisi Plt," ujar Qodari.

Oleh karena itu, ada partai yang mendorong Pilkada DKI 2022 tetap digelar. Jika ada Anies menang, bisa menjadi tiket untuk Pilpres 2024.

"Tetapi kalau Anies maju, dia dapat panggung pilkada dan apabila menang terpilih kembali, maka akan punya panggung lagi di pemerintahan selama 2 tahun. Mungkin partai-partai yang ingin Anies jadi capres itu mendorong agar Pilkada 2022 dan 2023 tetap ada, dengan kata lain meminta pilkada total serentak mundur dari 2024 jadi 2027," ucapnya.

Senada dengan Qodari, pengamat politik UIN, Adi Prasetyo, menilai Pilkada DKI 2022 menjadi panggung Anies Baswedan. Jika Pilkada 2022 tak digelar, Anies kehilangan panggung untuk 2024.

"Itu salah satunya. Saya kira itu salah satunya. Kalau 2022 tidak ada pilkada di DKI, ya saya kira panggung Anies akan sepi 2022, 2023, 2024. Jadi kalau Anies sudah nggak jadi kepala daerah sulit bagi Anies untuk tetap mempertahankan pamor politiknya," sebutnya.

Oleh karena itu, menurut Adi ada keterkaitan didorong parpol untuk Pilkada 2022 dengan Pilpres 2024. Termasuk soal percaturan Anies Baswedan.

"Pasti. Pasti ada kaitannya. Ada kaitannya. Tapi memang undang-undang pilkada sampai saat ini memang tidak mengacu ataupun tidak mengatur 2022 ini ada pilkada. Ditunjuk plt lah kira-kira," imbuhnya.

Simak juga video 'Anies Saksikan Momen Pasien Covid-19 Meninggal di RSUD Cengkareng':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/gbr)