Ketua MPR Minta Aksi Protes Kartun Nabi Jangan Anarkis
Rabu, 08 Feb 2006 15:00 WIB
Bandung - Aksi protes atas pemuatan kartun Nabi Muhammad seperti yang dilansir koran Jyllands Posten Denmark makin meluas. Aksi protes yang awalnya damai, belakangan mulai mengarah ke aksi kekerasan, seperti yang terjadi di Surabaya.Menanggapi beragamnya aksi ini, Ketua MPR Hidayat Nurwahid meminta kepada seluruh umat Islam yang melancarkan aksi protes atas karikatur Nabi Muhammad tidak menggunakan cara-cara anarkis. Karena aksi yang dilakukan dengan anarkis hanya akan menimbulkan citra buruk terhadap umat Islam."Demikian juga kepada aparat kepolisian jangan represif dalam menghadapi demo," kata Hidayat Nurwahid kepada wartawan di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/2/2006). Ia menyanyangkan hingga saat ini masih terjadi pemuatan karikatur di media nasional dan internasional dengan alasan kebebasan pers. "Pemuatan karikatur tersebut sangat melanggar hak asasi manusia, seperti resolusi PBB dalam hal kebebasan beragama," kata Hidayat.Hidayat berpendapat, pers bebas itu tidak harus menimbulkan permusuhan, tetapi harus membantu peradaban manusia. Untuk itu, ia mendesak kepada pemerintah Denmark agar meminta maaf kepada umat Islam dan tidak mengulang kembali karikatur tersebut.Ia juga meminta pemerintah Indonesia mengundang negara-negara dengan mayoritas pemeluk Islam (OKI) bertemu untuk membahas karikatur tersebut. "Jangan sampai kasus ini menyebabkan pemutusan diplomasi, dan saya sendiri memahami adanya permintaan boikot produk Denmark," tandasnya.
(jon/)











































