Basuki Sebut Developer Grand Kota Bintang Harus Biayai Restorasi Sungai

Rahmat Fathan - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 13:26 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Rahmat Fathan/detikcom).
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Rahmat Fathan/detikcom)
Bekasi -

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengungkap penyebab banjir di kolong Tol JORR Kalimalang, Bekasi, karena penyempitan sungai imbas pembangunan perumahan Grand Kota Bintang Bekasi tidak sesuai sandar. Terkait restorasi sungai, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut developer harus membiayai sendiri.

"Prinsipnya iya. Prinsipnya itu adalah biaya dari developer," ujar Basuki kepada wartawan saat ditemui di kawasan Grand Kota Bintang, Bekasi, Rabu (27/1/2021). Basuki menjawab pertanyaan apakah pembiayaan restorasi sungai oleh developer.

Basuki menyampaikan, pelanggaran pemanfaatan ruang bukan kasus yang pertama di Indonesia. Namun dia menegaskan pihaknya telah melakukan pengecekan dan pengawasan.

"Ini salah satunya, ke depan nggak kaya gini. Semoga mereka tahu, masyarakat jangan langgar, kalau langgar ya kita bongkar. Kalau bongkar kan rugi dua-duanya," ucap Basuki.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengatakan pihaknya memakai pendekatan restorative justice terkait pelanggaran pemanfaatan ruang. Jika tidak begitu, kata Sofyan, akan banyak sekali orang yang dihukum.

"Kita tak terapkan pidana selama mereka (pengembang) kolaboratif, mengembalikan fungsi sungai seperti yang ada sebelumnya. Bahkan Menteri PUPR baik sekali, akan mengajak desain bersama. Di mana fungsi sungai tetap, kemudian kepentingan komersial ini juga bisa terakomodasi," kata Sofyan.

(gbr/gbr)