Kartun Nabi, Muhammadiyah Imbau Umat Islam Tak Anarkis
Rabu, 08 Feb 2006 14:29 WIB
Jakarta - Meski ikut tersinggung dan terhina atas dimuatnya kartun Nabi Muhammad SAW oleh koran Jyllads-Posten di Denmark, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengimbau umat Islam di Indonesia bereaksi secara wajar."Apalagi sampai terjebak kekerasan atau anarkisme yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam," tegas Din di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Rabu (8/2/2006).Namun perasaan tersinggung dan terhinanya umat Islam atas dimuatnya kartun Nabi, sehingga menimbulkan reaksi keras, diharap bisa diterima dunia barat dan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar."Pandanglah hal itu sebagai kebebasan berekspresi sebagai dalih dari kebebasan pers yang jadi alasan media barat tersebut," katanya.Adanya reaksi dari kalangan Islam diharapkan bisa membuka wawasan dunia barat untuk lebih memahami Islam.Soal AhmadiyahPada kesempatan itu Din juga menyoroti soal ajaran Ahmadiyah yang meyakini Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi baru. Hal itu jelas bertentangan dengan akidah Islam. Namun umat Islam diharapkan tidak menentang ajaran itu dengan kekerasan. "Tapi hanya untuk tidak terpengaruh dan mengajak pengikut Ahmadiyah kembali ke pangkuan Islam yang sesuai syahadat," katanya.Kepada kepolisian, ia juga mengimbau agar jangan takut dan tidak segan bertindak tegas jika ada tindakan anarkis yang menimpa pengikut Ahmadiyah. "Saya belum mendengar orang yang menyerang kompleks Ahmadiyah di Parung ditindak secara hukum," ujarnya.
(umi/)











































