Jero Wacik: Demo Kartun Nabi Berdampak pada Pariwisata

Jero Wacik: Demo Kartun Nabi Berdampak pada Pariwisata

- detikNews
Rabu, 08 Feb 2006 14:16 WIB
Yogyakarta - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik mengatakan, maraknya aksi protes atas pemuatan karikatur Nabi Muhammad di sejumlah media asing terutama di Denmark, telah menurunkan citra Indonesia sebagai wilayah yang aman.Meski sampai saat ini belum terasa dampaknya, lambat laun pasti akan berdampak pada dunia pariwisata di Indonesia."Belum ada penurunan, kan baru tiga empat hari ini. Dan belum ada pembatalan kunjungan wisatawan dari agen-agen wisata di luar negeri," kata Jero Wacik menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela acara International Conference on Cultural Tourism and Local Communities/ICCT-LC di Hyatt Regency, Jl PalaganTentara Pelajar, Yogyakarta, Rabu (8/2/2006).Namun kata Wacik, akibat adanya protes-protes tersebut sudah pasti image-nya akan turun. Orang asing yang mau berwisata mulai berpikir ulang, terutama mereka yang akan mengunjung negara-negara muslim seperti Indonesia atau Malaysia."Kalau ada seperti itu turis akan membatalkan bepergian. Karena turis itu sangat rentan terhadap ketidakamanan. Kalau ada berita tidak aman saja, mereka tidak jadi atau membatalkan wisatanya. Ada berita yang serem sedikit saja turis akan membatalkan," katanya.Dia mengatakan, pemuatan karikatur tersebut melukai umat Islam. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri sudah menyatakan protes. Masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim juga tersinggung dan sudah melakukan protes. Sebenarnya tidak masalah melakukan protes, tapi mestinya jangan anarkis. "Selama empat hari ini, citra Indonesia di mata pariwisata kembali menurun," katanya. Ditanya mengenai adanya perintah dari Denmark untuk meminta warga negaranya meninggalkan Indonesia, dia mengatakan imbauan dari pemerintah Denmark itu bertujuan untuk mengamankan warga negaranya untuk pulang dulu sementara atau cooling down."Mereka menunggu untuk cooling down, kalau sudah tenang mereka akan datang kembali. Sekarang kan masih tegang suasananya. Tapi itu tidak masalah karena ini hanya bersifat sementara. Kalau kondisi sudah kembali normal, semuanya akan kembali seperti semula," demikian Wacik. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait