Round-Up

Belasan Jaksa Bersiap Tangani Deretan Sidang Habib Rizieq Shihab

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 22:04 WIB
Habib Rizieq Shihab memenuhi panggilan kepolisian terkait kasus kerumunan di Petamburan, setelah ditetapkan sebagai tersangka. Habib Rizieq tiba di Polda Metro Jaya.
Habib Rizieq Shihab (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Satu per satu kasus yang menjerat Habib Rizieq Shihab telah dilimpahkan penyidik Polri ke kejaksaan. Jaksa penuntut umum menyiapkan belasan jaksa guna menyidangkan Habib Rizieq Shihab secara transparan.

Habib Rizieq Shihab saat ini ditetapkan sebagai tersangka dalam tiga kasus. Ketiga kasus itu ialah kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat; kasus kerumunan di Megamendung, Jawa Barat; dan kasus tes swab di RS Ummi.

Kasus yang membelit Habib Rizieq Shihab ini sempat disinggung ketika rapat kerja Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin dengan Komisi III DPR. Awalnya, anggota Fraksi Gerindra Habiburokhman meminta Kejagung mengedepankan restorative justice.

"Saya ambil contoh dua, saya berharap ini bisa dilakukan dengan restorative justice. Pertama kasus kerumunan Rizieq Shihab. Soal kerumunan ini saya pikir banyak sekali pihak yang ikut andil, kami sendiri anggota DPR RI, saya dapil DKI ikut andil. Kenapa? Tidak melakukan edukasi kepada masyarakat, betapa bahayanya berkerumun saat pandemi," kata Habiburokhman.

"Kurang pas kalau hanya ditumpukan pada satu orang persoalan tersebut. Kemudian saya dengar langsung beliau sudah klarifikasi, minta maaf, bayar denda. Saya pikir, dengan tidak intervensi proses hukum dan dengan tetap hormati aparat hukum yang melakukan proses, ini bisa dilakukan dengan pendekatan restorative justice.

Habiburokhman juga mengambil contoh kasus Said Didu atas dugaan pencemaran nama baik terhadap Luhut Binsar Pandjaitan. Kasus ini didasari unggahan video akun YouTube Said Didu berjudul 'MSD: LUHUT HANYA PIKIRKAN UANG, UANG, UANG,' yang berdurasi 22,44 menit.

"Kemudian kasus Said Didu, kalau tak salah kasusnya yang disebut dengan LBP. Ini dua tokoh yang sama-sama kita hormati. Saya tidak lihat juga Luhut ada intensi untuk melanjutkan perkara ini, saya ikuti di pemberitaan," ujarnya.

"Jadi ada orang lain melapor, kemudian proses berjalan. Alangkah baiknya apabila dengan pendekatan restorative justice kejaksaan mengambil peran besar untuk cari titik temu. Ini cuma pernyataan saja, apa sih yang dirugikan dari kata-kata saja? Luhut orang berjiwa besar, saya paham betul, orang nggak baperan, dan ini saya pikir secara psikologis sudah selesai di antara mereka berdua," lanjut Habiburokhman.

Jawaban Kejaksaan Agung ada di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3