Awas! Uang Palsu Cetakan Jaringan Semarang Beredar Luas

Awas! Uang Palsu Cetakan Jaringan Semarang Beredar Luas

- detikNews
Rabu, 08 Feb 2006 13:15 WIB
Semarang - Kapolda Jawa Tengah Irjen Dody Sumantyawan mengingatkan masyarakat perlu berhati-hati dalam melakukan transaksi karena uang palsu buatan jaringan pemalsu uang di Semarang ada yang telah beredar luas di masyarakat."Dari penyidikan yang kami lakukan terhadap para tersangka pelaku, uang buatan mereka ada yang telah beredar di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah," demikian ujar Dody kepada wartawan usai memimpin sertijab Kapolwil Surakarta di Lapangan Kotabarat, Solo, Rabu (8/2/2006).Peredaran uang palsu itu, kata Kapolda, dilakukan oleh jaringan pengedarnya di beberapa daerah atau kabupaten di Jawa Tengah. Di antara yang disebut oleh Kapolda sebagai telah berhasil dijadikan sebagai objek adalah Rembang dan beberapa kabupaten lainnya, namun Kapolda mengaku lupa nama kabupatennya.Dari pemeriksaan yang dilakukan anggotanya terhadap para tersangka yang telah tertangkap, Kapolda mengatakan, sejauh ini belum ditemukan indikasi kaitan pembuatan uang palsu tersebut sebagai salah satu cara untuk mendanai aksi terorisme maupun motif politik.Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Semarang telah menangkap 16 anggota jaringan pembuat dan pengedar uang palsu. Dua tersangka lainnya saat ini dinyatakan buron. Dari pengakuan mereka, bisnis uang palsu itu sudah dilakukan sejak November tahun lalu. Mereka juga mengaku, pernah dalam waktu setengah bulan berhasil mencetak uang palsu senilai Rp 2 miliar.Sedangkan saat dilakukan penggerebekan di Jl. Tlogosari Raya, Semarang, polisi 'hanya' mendapati uang sebanyak Rp 1.137.800.000,oo, seperangkat komputer, 8 dus tinta cartridge, satu dus bahan dasar upal, printer, 15 film sablon, 100 lembar cetakan uang siap potong, mobil dan sepeda motor.Poltabes Surakarta DitundaJabatan Kapolwil Surakarta diserahterimakan dari pejabat lama Kombes (Pol) Abdul Majid kepada pejabat baru Kombes (Pol) Yotje Mende. Kehadiran Yotje di Solo sebagai pejabat polisi bukan yang pertama kalinya karena sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Wakapolresta Surakarta.Para upacara sertijab tersebut, rencananya juga akan dibarengkan dengan peresmian atau peningkatan status Polresta Surakarta menjadi Poltabes Surakarta, namun secara mendadak dibatalkan. Kapolda mengatakan pembatalan itu dilakukan karena ada arahan dari Mabes Polri bahwa peningkatan status itu akan dilakukan serentak dengan dua Polresta lainnya di daerah lain. "Kami harus menunggu kesiapan teknis dua Polresta lain yang juga akan ditingkatkan menjadi Poltabes," ujar Dody. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads