Menko PMK Ungkap Tantangan PJJ: Mindset di Rumah Artinya Istirahat

Menko PMK Ungkap Tantangan PJJ: Mindset di Rumah Artinya Istirahat

Tiara Aliya - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 17:07 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: dok Kemenko PMK)
Jakarta -

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkap tantangan terberat selama menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Menurutnya, siswa dan guru kesulitan menyesuaikan diri selama menjalani pembelajaran daring.

"Bukan hanya sekolah saja yang tutup tidak bisa tatap muka, tapi juga banyak guru yang takut ke luar rumah. Sehingga proses belajar-mengajarnya siswa belajar dari rumah, guru juga mengajar dari rumah. Sementara mindset kita kalau di rumah itu artinya istirahat," kata Muhadjir dalam paparannya di acara Penyerahan Donasi Gawai Program Gotong Royong Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2021).

Selain itu, Muhadjir juga mendapati masih ada guru yang kesulitan memanfaatkan teknologi karena faktor usia. Namun, sekali lagi ia menegaskan, semua ini adalah tantangan yang harus ditaklukkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga ketika harus mengajar, maka tidak bisa tidak, tidak bisa penuh sepenuhnya dan untuk beradaptasi itu rata-rata guru juga sudah berumur memang tidak mudah. Tapi ini suatu tantangan yang berat yang harus dilakukan," tegasnya.

Di sisi lain, Muhadjir mengakui digitalisasi sekolah semakin tumbuh seiring adanya PJJ. Hal ini, sebut Muhadjir, menjadi berkah tersendiri di masa pandemi COVID-19.

ADVERTISEMENT

"Memang tadi sudah disinggung oleh Pak Iman, di samping ada musibah, tapi ada berkah di antara lain terjadi percepatan digitalisasi sekolah yang sudah saya canangkan di akhir masa jabatan saya (sewaktu jadi Mendikbud)," ungkapnya.

Namun mantan Mendikbud ini mengakui hal ini belum bisa mengganti total kerugian yang ditimbulkan akibat COVID-19 khususnya di bidang pendidikan. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak berkontribusi untuk mengatasi pandemi COVID-19 ini.

"Tetapi tentu saja kita juga belum tahu apakah pay off dari percepatan digitalisasi sekolah ini cukup untuk mengganti trade off akibat dari wabah COVID-19 ini di sektor pendidikan. Tapi kita harus terus berusaha keras untuk terus, tidak boleh menyerah siapkan generasi muda bangsa ini. Karena mereka yang akhirnya memimpin, akan mengendalikan, akan mengatur Indonesia di masa depan," ucapnya.

(mae/mae)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads