Jaksa Agung Tunggu Tanda Tangan Jokowi soal Pembentukan Jampidmil

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 16:22 WIB
Rapat RDP Komisi III dan Jaksa Agung
Rapat Komisi III dan Jaksa Agung (Foto: Eva-detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi III Fraksi PPP, Arsul Sani, mempertanyakan kelanjutan proses pembentukan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Militer (Jampidmil). Jampidmil ini memang sudah dibahas Kejaksaan Agung (Kejagung) dan lembaga terkait sejak Juni 2020.

"Jampidmil ini tentu kemudian prosesnya dilakukan bersama dengan Menpan RB, dan juga melibatkan Menko Polhukam, Menkumham dan Panglima TNI dan pejabat terkait lainnya di Juni 2020," kata Arsul, dalam rapat bersama Jaksa Agung, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/1/2021).

Arsul mengungkap alasan pentingnya pembentukan Jampidmil. Dia menyebut ada 12.007 perkara di bidang militer sejak 20115-2019.

"Nah pembentukan Jampidmil ini program penguatan kelembagaan Kejagung. Saya melihat realitas perkara pidana yang melibatkan subjek hukum militer TNI AD, AU, AL, sejak 2015-2019 berjumlah 12.007 perkara, jadi memang kemudian keberadaan Jampidmil ini menjadi sangat penting, yang ingin kami tanyakan bagaimana progres pembentukan Jampidmil ini," kata Arsul.


Menjawab pertanyaan itu, Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin menyebut progres pembentukan itu sudah sampai di Kemensetneg. Dia mengatakan tinggal menunggu tanda tangan Presiden Jokowi.

"Jampidmil progres-nya sampai kemarin semua sudah tanda tangan, sudah paraf. Nanti prosesnya, sekarang sudah di Mensesneg tinggal nanti Presiden untuk menandatanganinya," ujarnya.

(eva/knv)