Bakamla Amankan 2 Kapal Super Tanker Asing di Perairan Natuna

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 15:34 WIB
Bakamla Amankan 2 Kapal Super Tanker Asing di Perairan Natuna
Bakamla mengamankan dua kapal supertanker asing di perairan Natuna. (Foto: dok. Bakamla)
Jakarta -

Bakamla mengamankan dua kapal supertanker asing di perairan Natuna. Dua kapal tersebut ialah MT Horse berasal dari Iran dan MT Freya berasal dari Panama.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita, Selasa (26/1/2021), dua kapal itu terlihat dari pemantauan udara yang didokumentasikan dari helikopter TNI AL yang sedang berpatroli di perairan Natuna. Diikuti pula oleh KN Pulau Marore 322 dan KN Belut Laut 406.

"Posisi pengamatan dilakukan saat iringan kapal berada sekitar 40 nautical mile (NM) dari Kepulauan Riau. Bergerak dalam formasi dengan MT Horse berada di depan yang dikawal KN Pulau Marore-322 di sisi kanannya dengan jarak 0,5 NM. Berjarak sekitar 2 NM, di formasi kedua terdapat MT Freya yang dikawal KN Belut Laut-406," kata Wisnu.

KRI juga telah siap mendukung pengawalan tersebut saat mendekati perairan Tanjung Pinang. TNI AL siap melakukan asistensi pengamanan kedua kapal asing tersebut menggunakan KRI dan heli panternya.

"Hal ini merupakan salah satu bentuk kerja sama yang kuat terjalin antara Bakamla RI dengan instansi pengamanan laut terkait, dalam hal ini khususnya dengan TNI AL," ujar Wisnu.

Sebelumnya, pada Minggu (24/1), KN Pulau Marore-322 mengamankan dua kapal berjenis MT yang sedang melaksanakan ship to ship. Diduga, kedua kapal tersebut melakukan transfer BBM ilegal dan dengan sengaja menutup nama lambung kapal dengan kain serta mematikan AIS untuk mengelabui aparat penegak hukum Indonesia.

Kedua kapal tanker itu diduga melanggar hak lintas transit pada ALKI I dengan keluar dari batas 25 NM ALKI melakukan lego jangkar di luar ALKI tanpa izin otoritas terkait. Selain itu, kapal tersebut melaksanakan ship to ship transfer BBM ilegal, tidak mengibarkan bendera kebangsaan, AIS dimatikan, dan MT Freya melaksanakan oil spilling.

(knv/fjp)