Kejagung Siapkan 16 Jaksa Tangani Sidang Kasus-kasus Habib Rizieq Shihab

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 15:12 WIB
Habib Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus kerumunan di Petamburan. Setiba di Polda Metro Jaya, ia sempat mengacungkan jempol.
Habib Rizieq (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana mengungkapkan pihaknya membentuk tim berisi 16 jaksa untuk menyidangkan kasus menjerat Habib Rizieq Shihab. Fadil menegaskan akan menyidangkan kasus ini secara jernih tanpa adanya zalim kepada siapa pun.

"Tentang penanganan HRS, ini saya sampaikan bahwa perkara ini sudah proses koordinasi dan konsultasi dan saya sudah membentuk 16 jaksa yang akan menyidangkan perkara ini," kata Fadil dalam rapat bersama Komisi III di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/1/2021).

"Kami akan melihat perkara ini secara jernih dan objektif karena bagi kami proses penegakan hukum harus dilaksanakan sebaik-baiknya dengan tidak melakukan penzaliman terhadap siapa pun," lanjutnya.

Fadil mengatakan pihaknya sangat berhati-hati memahami petunjuk yang diberikan Mabes Polri. Terutama perkara kasus Habib Rizieq, baik yang kerumunan maupun kasus-kasus lain.

"Sehingga ini kami sangat hati-hati membaca berkas ini dan akan beri petunjuk dan koordinasi yang baik dengan Mabes Polri karena ada beberapa perkara yang kami tangani yang telah diserahkan Mabes Polri, Megamendung, Petamburan, dan beberapa kasus lagi yang berkaitan HRS," ujarnya.

Sebelumnya, penanganan kasus Habib Rizieq ini juga disinggung oleh anggota Komisi III Fraksi Gerindra, Habiburokhman, dalam rapat. Dia meminta Kejagung mengedepankan konsep restorative justice.

"Saya berharap ini bisa dilakukan dengan restorative justice, pertama kasus kerumunan Rizieq Shihab. Soal kerumunan ini saya pikir banyak sekali pihak yang ikut andil, kami sendiri anggota DPR RI, saya dapil DKI ikut andil. Kenapa? Tidak melakukan edukasi kepada masyarakat, betapa bahayanya berkerumun saat pandemi," kata Habiburokhman.

"Kurang pas kalau hanya ditumpukan pada satu orang persoalan tersebut. Kemudian saya dengar langsung beliau sudah klarifikasi, minta maaf, bayar denda. Saya pikir dengan tidak intervensi proses hukum dan dengan tetap hormati aparat hukum yang melakukan proses ini bisa dilakukan dengan pendekatan restorative justice," lanjutnya.

Untuk diketahui, Habib Rizieq saat ini ditetapkan sebagai tersangka dalam tiga kasus. Ketiga kasus itu ialah kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, kasus kerumunan di Megamendung, Jawa Barat, dan kasus tes swab di RS Ummi.

(eva/ibh)