Sidak ke Rutan KPK, Ditjen Pas Kemenkum HAM Cek Kalayakan Fasilitas

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 13:06 WIB
Sidak ke Rutan KPK, Ditjen PAS Kemenkum HAM Cek Kalayakan Fasilitas
Foto: dok. KPK
Jakarta -

Direktur Layanan Tahanan dan Pengelolaan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Ditjen Pemasyarakatan (Pas) Kemenkum HAM Hendra Ekaputra melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rutan Merah Putih KPK. Dia hendak mengecek kelayakan fasilitas di rutan tersebut.

"Saya sidak seperti biasa karena Rutan KPK ini cabang Rutan Cipinang. Jadi di bawah naungan Departemen Hukum dan HAM. Saya ke sini sambil melihat-lihat fasilitas yang ada di Rutan KPK, semacam monitoring lah, mana-mana nanti yang perlu diperbaiki," kata Hendra kepada wartawan di Rutan KPK, Jakarta Selatan, Selasa (26/1/2021).

Dia membeberkan hasil pengecekannya di dalam rutan. Menurutnya, ada sejumlah catatan untuk diperbaiki dan dilengkapi fasilitas yang ada di rutan tersebut.

"Rutannya bersih, nggak ada masalah sebenarnya. Cuma memang ada beberapa hal yang ada catatan dari kami, nanti akan kita sampaikan kepada pak kepala biro untuk dilengkapi. Yang pasti, untuk secara fungsinya sudah memenuhi standar," ucap Hendra.

"Sebenarnya mungkin fasilitasnya saja yang belum ada body scanner yang harus ditambah di situ untuk masuk ke dalam ruangan-ruangan tertentu lah yang sudah saya sampaikan ke pak kepala biro," tambahnya.

Hendra memastikan kegiatan sidak ke rutan akan secara rutin digelar. Hal itu perlu dilakukan sebagai langkah untuk pembinaan rutan di seluruh Indonesia.

"Jadi setiap unit kita ada kerja sama dengan kepala rutan, kepala biro juga kita komunikasi. Jadi selama ini kepala rutan sering berkomunikasi dengan saya seluruh kegiatan-kegiatan yang ada di Rutan KPK juga dilaporkan," katanya.

Lebih jauh Hendra menyinggung terkait kunjungan terhadap tahanan di tengah pandemi Corona. Menurutnya, untuk menjaga kesehatan seluruh warga binaan di rutan, para tahanan hanya boleh dikunjungi secara virtual atau online.

"Tidak ada kunjungan secara langsung, jadi kita adanya kunjungan secara virtual begitu pun dengan sidang. Ini berkaitan dengan makin merebaknya COVID-19. Jadi kita sebagai pelayan masyarakat juga melindungi warga binaan yang ada di dalam. Untuk sementara kunjungan-kunjungan yang secara langsung tidak ada, jadi kita secara virtual. Jadi seluruh Indonesia sama, baik di Rutan KPK, seluruh Indonesia pokoknya rutan-rutan sama tidak ada perbedaan," pungkasnya.

(fas/dwia)