Pernyataan Sikap Masyarakat Batak di Papua Terkait Dugaan Rasisme Ambroncius

Wilpret - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 21:33 WIB
Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) di Provinsi Papua.
Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) di Provinsi Papua (Wilpret Siagian/detikcom)
Jayapura -

Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) di Papua mengutuk keras posting-an Ambroncius Nababan yang diduga rasis kepada Natalius Pigai. Ketua KMB Provinsi Papua Kenan Sipayung sangat menyayangkan tindakan Ambroncius Nababan.

KMB menyampaikan sikap, mengecam yang dilakukan Ambroncius. Hal itu disampaikan di kantor sekretariat KMB Provinsi di Jayapura, Senin (25/1/2021).

Berikut isi pernyataan sikap KMB di Papua:

1. Bahwa kami Masyarakat Batak di Provinsi Papua mengecam atau mengutuk keras pernyataan Ambroncius Nababan;
2. Bahwa Kerukunan Masyarakat Batak Provinsi Papua meminta kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas serta memprosesnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku;
3. Bahwa pernyataan Ambroncius Nababan adalah pernyataan pribadi, sehingga tidak mewakili masyarakat Batak di Tanah Papua.

Ketua KMB Provinsi Papua Kenan Sipayung meminta kepada seluruh warga Batak yang ada di Papua untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

"Tindakan yang dilakukan Saudara Ambroncius Nababan adalah bersifat pribadi. Untuk itu, kita serahkan kepada pihak kepolisian agar diproses secara hukum. Mari kita berdoa agar seluruh masyarakat di Tanah Papua tetap bersatu padu. Mari kita saling menjaga dan tidak menambah panas situasi di lapangan sehingga kerukunan antarsuku di Papua tetap terjaga dengan selalu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Masyarakat Batak Provinsi Papua Makmur Nababan dalam kesempatannya mengatakan tindakan Ambroncius Nababan adalah pribadi dan tidak ada kaitan dengan marga Nababan.

"Saya secara pribadi dan atas nama marga Nababan yang ada di Provinsi Papua dan Kota Jayapura, selaku Ketua Pemuda Masyarakat Batak, kami akan bersikap untuk melaporkan Saudara Ambroncius Nababan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan proses hukum," ujarnya.

"Kami secara pribadi tidak pernah berkomunikasi bersama Saudara Ambroncius Nababan dan beliau tidak pernah tinggal di Kota Jayapura ini. Untuk itu, akan kami laporkan Saudara Ambroncius Nababan kepada Polda Papua untuk segera ditangani," tambah Makmur.

(idn/idn)