Kasus Corona Nyaris 1 Juta, MPR Minta Ibu-ibu PKK Dilibatkan Cegah Virus

Erika Dyah - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 19:52 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat melihat jumlah kasus positif COVID-19 yang nyaris menembus 1 juta kasus dan penambahan rata-rata per hari di atas 10 ribu kasus sebagai ancaman serius terhadap sistem kesehatan nasional. Ia menyebut perlunya antisipasi lewat langkah strategis yang harus segera direalisasikan bersama.

"Melihat kondisi penyebaran COVID-19 di Tanah Air yang belum terkendali, bahkan ada kecenderungan terjadi penyebaran yang lebih cepat, saya kira keterlibatan masyarakat dalam berbagai upaya pengendalian penyebaran virus Corona ini harus nyata. Langkah strategis pun harus segera diterapkan," kata dia dalam keterangannya, Senin (25/1/2021).

Rerie, sapaan akrabnya mengungkapkan berdasarkan data Satgas Pengendalian COVID-19, per Minggu (24/1) angka positivity rate atau rasio positif COVID-19 sudah mencapai 33,24%.

Ia menambahkan per Selasa (19/1), sejumlah provinsi mencatat tingkat keterisian tempat tidur/bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit di atas 70%, antara lain BOR di DKI Jakarta sejumlah 86,7%, BOR di Jawa Barat 77,8%, BOR di Jawa Tengah 72,1%, BOR di Yogyakarta 83%, dan BOR Banten 87%.

Rerie menyampaikan peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 diduga karena adanya pandemic fatigue, yaitu keadaan masyarakat yang mulai lelah dan jenuh dengan pandemi. Menurutnya, keadaan ini menyebabkan masyarakat sering mengabaikan sejumlah aturan.

Untuk itu Rerie berpesan perlu dilakukan persiapan penambahan ruang perawatan khusus pasien COVID-19 dan tempat tidur. Selain itu, penambahan ketersediaan tenaga kesehatan baik perawat dan dokter juga harus diantisipasi.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu juga mengungkap langkah antisipasi lain yang bisa dilakukan, yaitu upaya disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Menurutnya upaya ini harus selalu direalisasikan.

Di sisi lain, Rerie menegaskan perlunya perbaikan mendasar dalam melakukan 3T yaitu test, tracing, dan treat. Ia berharap dengan 3T, upaya pengendalian penyebaran COVID-19 dapat terukur serta dapat menekan pertambahan kasus positif COVID-19 secara signifikan.

Lebih lanjut Rerie pun meminta langkah pemerintah dalam meningkatkan imunitas tubuh masyarakat lewat asupan makanan bergizi. Ia merinci sejumlah organisasi masyarakat dan ibu-ibu penggerak PKK di daerah serta Dharma Wanita di setiap kementerian dan lembaga pemerintah bisa dilibatkan secara aktif dalam program peningkatan gizi masyarakat selama pandemi.

Rerie menjelaskan perlunya keterlibatan berbagai pihak untuk mewujudkan berbagai upaya tersebut. Terutama para pemangku kepentingan di pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh lapisan masyarakat.

Oleh karena itu, Rerie menegaskan pengendalian penyebaran virus di Tanah Air akan sangat sulit mencapai hasil yang memuaskan tanpa adanya gerakan bersama. Menurutnya, perlu langkah nyata dalam mengupayakan keterlibatan masyarakat pada setiap upaya pengendalian penyebaran COVID-19 di Tanah Air.

Rerie menilai upaya pemangku kepentingan di pusat dan daerah untuk melibatkan masyarakat dalam setiap upaya pengendalian penyebaran COVID-19 sejauh ini belum memberi hasil yang memadai. (ncm/ega)