Bareskrim Mulai Proses Laporan PTPN VIII Terkait Lahan Markaz Syariah

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 18:14 WIB
markaz syariah
Lahan Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ( Foto: 20detik)
Jakarta -

Bareskrim Polri mulai memproses laporan yang dilayangkan PTPN VIII terkait penggunaan lahan tanpa izin Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Polri akan mendalami untuk mengetahui ada tidaknya tindak pidana dalam kasus tersebut.

"Sudah ditangani. PTPN VIII melaporkan sudah ke Barekrim tentunya Bareskrim akan menindaklanjuti laporan tersebut. Ya tentunya (sudah diproses), kalau ada laporan, kewajiban dari Polri menerima laporan itu dan melakukan langkah-langkah selanjutnya untuk memperjelas apakah ada tindak pidana atau tidak ada," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/1/2021).

Rusdi menuturkan hingga saat ini belum ada pihak manapun yang diperiksa. Tim penyidik Bareskrim masih mempelajari laporan tersebut.

"Belum (ada yang diperiksa), masih proses. Tentunya penyidik masih mempelajari semuanya," tuturnya.

Sebelumnya, PTPN VIII melaporkan perkara ini ke Bareskrim Polri pada 22 Januari 2021. PTPN VIII melaporkan soal penggunaan lahan tanpa izin Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah.

"Melaporkan terkait penguasaan lahan yang dikuasai oleh pihak-pihak yang kami sudah berikan peringatan terlebih dahulu terhadap pihak-pihak tersebut," kata kuasa hukum PTPN VIII, Ikbar Firdaus Nurahman, seperti dilansir Antara, Jumat (22/1).

Ikbar mengatakan pihaknya melaporkan sekitar 250 orang yang merupakan pihak yang menguasai lahan di lokasi pesantren. Salah satunya, Habib Rizieq Shihab.

"Di kawasan Megamendung, semua yang mendirikan bangunan tanpa izin dan berada di atas lahan milik PTPN akan kami laporkan secara hukum," ujar Ikbar.

Dengan laporan ini, pihaknya berharap 250 orang itu bersedia menyerahkan lahan pesantren itu. Sebelum membuat laporan polisi, Ikbar mengatakan PTPN VIII telah melakukan somasi kepada sejumlah pihak yang menempati lahan tersebut.

Ikbar menyebut ada beberapa warga yang merespons baik somasi PTPN VIII. Namun ada pula yang tidak mengindahkan somasi.

"Kami tetap berpegang pada hukum, kami berlindung di sana," katanya.

Laporan polisi yang dibuat PTPN VIII ini teregister dengan nomor: LP/B/0041/I/2021/Bareskrim tertanggal 22 Januari 2021, dengan terlapor Muhammad Rizieq Shihab selaku ulama dan Gabriele Luigi Antoneli selaku pastor.

Habib Rizieq dan Gabriele dipersangkakan dengan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Tindak Pidana Kejahatan Perkebunan, Pasal 69 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Kejahatan Penataan Ruang, Pasal 167 KUHP tentang Memasuki Pekarangan Tanpa Izin, Pasal 385 KUHP tentang Penyerobotan Tanah dan Pasal 480 KUHP tentang Penadahan.

(idn/idn)