10 Alasan Hakim Menangkan DC Comics Vs Wafer Superman Indonesia

Andi Saputra - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 17:41 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Pengadilan Negeri Jakara Pusat (PN Jakpus) memenangkan gugatan kerajaan bisnis superhero Amerika Serikat (AS), DC Comics soal merek wafer Superman. Alhasil, wafer yang diproduksi PT Marxing Fam Makmur (Tergugat) itu harus menjalankan putusan PN Jakpus.

Hal itu tertuang dalam putusan PN Jakpus yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (25/1/2021). Berikut 10 alasan hakim memenangkan DC Comics:

1. Penggugat adalah sebagai pihak pendaftar pertama (first to file system) dengan stelsel konstitutif tentang merek SUPERMAN. Nomor Daftar 158666 milik Penggugat yang diajukan pertama kali (filing date) pada tanggal 17 Maret 1980 di Indonesia; Kemudian, Pendaftaran Merek SUPERMAN Daftar Nomor 202172 milik Penggugat yang diajukan pertama kali pada (filing date) tanggal 16 Januari 1986 di Indonesia.
2. Superman milik DC Comics adalah merek terkenal (Well-Known Mark). Pasal 18 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Merek, yang pada pokoknya menentukan kriteria 'merek terkenal' yaitu dilakukan dengan memperhatikan pengetahuan umum masyarakat konsumen atau masyarakat pada umumnya yang memiliki hubungan baik pada tingkat produksi, promosi, distribusi maupun penjualan terhadap barang dan/atau jasa yang dilindungi oleh merek terkenal dimaksud.
3. Kriteria global sebagai instrumen internasional untuk menentukan 'merek terkenal' (Well-Known Mark) berikut bentuk perlindungan hukumnya adalah ketentuan Pasal 6 bis Paris Convention for the Protection of Industrial Property Rights (Paris Convention, 1967) yaitu dalam menentukan suatu merek merupakan terkenal, maka Negara haru s memperhitungkan pengetahuan tentang merek tersebut maupun pengetahuan yang diperoleh dari promosi merek yang bersangkutan.


4. Penggugat sebagai pemilik dan pendaftar pertama (first to file system) merek terdaftar SUPERMAN berdasarkan ketentuan Pasal 16 TRIPs (Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights Including Trade in Counterfeit Goods) harus memiliki hak ekslusif untuk mencegah seluruh pihak ketiga yang secara tanpa izin pemilik dari penggunaan tanda perdagangan yang mirip atau identik untuk barang atau jasa yang mirip atau identik yang terkait dengan merek SUPERMAN sebagai merek terdaftar, di mana penggunaan semacam itu akan dapat menimbulkan kebingungan dalam penggunaan tanda yang identik untuk barang atau jasa yang identik.
5. Berdasarkan bukti Penggugat bertanda P-42 berupa print-out surat bersumber dari situs WIPO Global Brand Database di 100 pendaftaran merek-merek SUPERMAN milik Penggugat di di banyak negara. Serta dihubungkan dengan bukti Penggugat bertanda P-22 sampai dengan Bukti P-42 menurut hukum telah membuktikan bahwa Penggugat telah memiliki banyak pendaftaran merek SUPERMAN, Logo "S" (SUPERMAN), dan Lukisan tokoh SUPERMAN yang telah terdaftar di berbagai negara sejak Tahun 1939.
6. Demikian pula, berdasarkan bukti P-28, P-28A, P-31, P-31A, P-32, P-32A, P-34, P-34A, P-36, P-36A, P-37, P-37A menurut hukum telah terbukti bahwa Penggugat telah memiliki pendaftaran merek-merek terdaftar SUPERMAN di Kelas 30 dan Kelas 34 sebelum merek terdaftar SUPERMAN berikut perpanjangannya milik dan atas nama Tergugat (PT Marxing Fam Makmur) yang sebelumnya telah dibeli dari Sutein Susilawati.
7. Merek terdaftar SUPERMAN milik Tergugat a quo telah terbukti berkemungkinan akan menimbulkan kebingungan dalam arti luas atau dapat menimbulkan salah paham konsumen, sehingga perlu dicegah adanya perbuatan Tergugat yang mendompleng (free ride) atau membuat kabur (dilution) merek terdaftar SUPERMAN milik Penggugat. Serta guna melindungi fungsi merek sebagai pembeda dengan pihak lain dan bagi Penggugat untuk melindungi kepercayaan bisnis pada pengguna merek SUPERMAN dalam 15 varian produk barang, serta guna kepentingan konsumen Penggugat.


8. Prinsip perlindungan hukum merek di Indonesia adalah memberikan perlindungan atas merek terdaftar dengan prinsip itikad baik (good faith) yang harus dipenuhi pada waktu permohonan pendaftaran merek sebagai salah satu alasan absolut (absolut grounds) maupun pada waktu sebagai dasar gugatan pembatalan merek berkenaan dengan keabsahan suatu merek terdaftar.
9. Di lingkup hukum perdata dikenal prinsip atau asas itikad baik (goeder trouw, good faith) sebagaimana dimaksud ketentuan Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata tentang itikad baik secara objektif yang mengandung makna "dengan jujur" atau "secara jujur" yang apabila diterapkan pada perlindungan hukum merek adalah bertujuan untuk mengidentifikasi dan membedakan produk barang dan/atau jasa satu produsen dari produsen lain, serta merek yang digunakan harus dengan itikad baik dan bukan sekadar mengadopsi merek tanpa penggunaan yang dapat dipercaya dan hanya sekadar upaya untuk menahan pasar.
10. Terbukti bahwa pendaftaran merek terdaftar SUPERMAN milik atau atas nama Tergugat (PT Marxing Fam Makmur) dilakukan dengan itikad tidak baik a quo sebagaimana dimaksud menurut ketentuan Pasal 77 ayat (2) jo. Pasal 21 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Atas dasar itu, ketua majelis Albertus Usada dengan anggota Made Sukereni dan Agung Suhendro mengabulkan gugatan DC Comics.

"Menyatakan batal pendaftaran merek 'SUPERMAN' Nomor Pendaftaran IDM000374439 di Kelas 30, dan pendaftaran merek 'SUPERMAN' Nomor Pendaftaran IDM000374438 di Kelas 34 atas nama PT Marxing Fam Makmur Tergugat) dengan segala akibat hukumnya," ucap majelis hakim. (asp/knv)