PKS Sarankan PDIP Bali Minta Maaf soal Suap-suapan Satu Sendok

Eva Safitri - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 12:12 WIB
Mardani Ali Sera
Mardani Ali Sera (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Aksi Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster menjadi sorotan karena karena suap-suapan satu sendok berdua di acara DPD Bali. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai kegiatan itu berbahaya dan meminta Koster meminta maaf.

"Suap-suapan satu sendok berbahaya sekali. Bagusnya minta maaf." kata Mardani kepada wartawan, Senin (25/1/2021).

Mardani mengatakan seharusnya pejabat publik menjadi contoh untuk masyarakat terkait disiplin protokol kesehatan (prokes). Dia menegaskan penerapan prokes harus diterapkan oleh semua lapisan masyarakat.

"Semua perlu menjaga prokes. Para pejabat publik dan institusi publik wajib memberi contoh pelaksanaan prokes ini." ujarnya.

"Apresiasi pada publik yang kian sensitif dan terus menjaga kewajiban kita semua disiplin prokes," tambah Mardani.

Anggota Komisi II ini enggan berspekulasi lebih terkait ada atau tidaknya pelanggaran yang dilakukan dalam acara itu. Mardani menyerahkan penilaian itu kepada masyarakat.

"Kawan-kawan PDIP sudah memberi penjelasan dan publik dapat menilai penjelasan itu, adakah sesuai atau tidak dengan prokes." katanya.

Diketahui, acara yang disorot itu digelar hari Sabtu (23/1) di aula kantor DPD PDIP Bali di Kota Denpasar. I Wayan Koster mengatakan acara itu dalam rangka HUT Partai dan ulang tahun Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Dalam video yang beredar, ada sekitar belasan orang berdiri di panggung acara dan terlihat memakai masker serta udeng di kepalanya. Ada juga tumpeng yang disiapkan di atas meja.

Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster angkat bicara mengenai sesi suap-suapan dengan alat makan yang sama. Ia juga mengatakan, tidak ada pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 di acara PDIP Bali.

"Karena kecepatan, satu sendok dipakai 2 orang, setelah itu yang lain, 9 orang, pakai sendok berbeda," ujar Koster kepada detikcom, Senin (25/1).

"Acara dilaksanakan di aula kantor DPD PDI Perjuangan dengan jumlah peserta sekitar 25 orang, menjaga jarak, memakai masker, dan telah mengikuti rapid test antigen dengan hasil negatif. Hanya pada saat tiup lilin saja masker dibuka, sebelum dan sesudahnya masker tetap dipakai," terangnya.

(eva/zak)