Omzet Pedagang Pekanbaru Turun Saat Pandemi, Makin Berkurang Akibat Sampah

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 11:21 WIB
Tumpukan sampah di Pasar Cik Puan Pekanbaru dikeluhkan pedagang karena membuat omzet mereka makin kesusahan (Raja Adil/detikcom)
Tumpukan sampah di Pasar Cik Puan Pekanbaru dikeluhkan pedagang karena membuat omzet mereka makin kesusahan. (Raja Adil/detikcom)
Pekanbaru -

Tumpukan sampah di pasar tradisional Cik Puan Pekanbaru, Riau, kini mulai berdampak ke pedagang. Bagaimana tidak, tumpukan sampah membuat omzet mereka turun.

Turun omzet jualan dikeluhkan pedagang, Yanti. Ia mengaku jualannya mulai tidak laku karena tumpukan sampah di pasar yang tidak kunjung diangkut dan akhirnya mengeluarkan bau busuk.

"Ini pembeli sudah berkurang, bau busuk. Sudah jualan sepi karena Corona, malah sekarang gara-gara bau busuk," keluhnya saat ditemui detikcom di Pasar Cik Puan, Senin (25/1/2021).

Tumpukan sampah dekat lapak jualannya, lanjut Yanti, sudah sejak awal 2021 tak diangkut. Bahkan, saat turun hujan, bau busuk makin menyengat. Dia mengatakan belatung pun keluar karena tumpukan sampah tersebut tak kunjung diangkat.

"Kalau hujan, terus panas, ini parah sekali bau busuknya. Setiap pagi saya bersihkan belatung yang sudah mau masuk ke toko," katanya.

Tumpukan sampah di Pasar Cik Puan Pekanbaru dikeluhkan pedagang karena membuat omzet mereka makin kesusahan (Raja Adil/detikcom)Para pedagang takut terkena penyakit akibat terus-menerus mencium bau busuk. (Raja Adil/detikcom)

Tidak sampai di situ, bau busuk tumpukan sampah bahkan telah membuat napasnya sesak. Yanti khawatir akan terkena penyakit akibat terus-menerus mencium bau yang menyengat.

"Omzet turun, jualan sepi, bau sampah, ini malah takutnya penyakit yang datang kan. Pemerintah harus selesaikan," katanya.

Untuk mengurangi bau busuk, pedagang ada yang membakar sampah. Namun hal ini menimbulkan masalah baru karena asap bisa mengepul di pusat ibu kota provinsi Riau tersebut.

Diketahui, tumpukan sampah terjadi akibat kontrak dengan pihak ketiga berakhir pada akhir Desember lalu. Angkutan sampah di beberapa titik di Pekanbaru mulai terkena dampak karena minimnya kendaraan dan petugas.

Pemerintah Kota Pekanbaru sebelumnya meminta masyarakat bersabar. Sebab, angkutan sampah saat ini masih proses lelang dan belum ada pemenang.

(ras/jbr)