Suara Ledakan di Buleleng, Lapan: Ada Kemungkinan Benda Jatuh Antariksa

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 10:41 WIB
Father and his daughter are watching Meteor Shower. Night sky.
Ilustrasi hujan meteor (iStock)
Jakarta -

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menjelaskan soal teka-teki suara ledakan di Buleleng, Bali. Lapan menyatakan suara ledakan tersebut bisa jadi berasal dari benda alamiah.

Peneliti Madya Lapan, Rhorom Priyatikanto, menjelaskan bahwa intensitas getaran sekitar 1,1 m. Hal tersebut merupakan indikasi kemungkinan jatuhnya benda antariksa.

"Getaran tersebut memiliki intensitas sekitar 1,1 magnitudo. Berdasarkan informasi tersebut, memang ada kemungkinan bahwa kejadian tersebut merupakan kejadian benda jatuh antariksa," kata Rhorom dalam keterangan tertulis, Senin (25/1/2021).

Dia mengatakan sistem pemantauan orbit.sains.lapan.go.id tidak menunjukkan adanya benda artifisial atau sampah antariksa yang diperkirakan melintas rendah atau jatuh di wilayah Indonesia. Menurutnya, hal ini memperbesar kemungkinan bahwa kejadian yang teramati di Buleleng berkaitan dengan benda alamiah.

Rhorom menjelaskan bahwa meteor berukuran besar atau dikenal juga sebagai bolide atau fireball bisa jadi masuk ke atmosfer, terbakar, dan jatuh di dekat Buleleng. Dalam prosesnya, meteor tersebut dapat memicu gelombang kejut hingga suara dentuman yang bahkan terdeteksi oleh sensor gempa.

"Sebagian besar meteor terbakar di atmosfer dan bisa jadi ada sebagian kecil yang tersisa dan jatuh ke permukaan bumi (darat atau laut). Fragmentasi meteor besar juga jamak terjadi ketika meteor tersebut mencapai ketinggian sekitar 100 kilometer di atas permukaan bumi," ungkapnya.

Selain itu, berdasarkan catatannya, belakangan ini tidak ada aktivitas hujan meteor. Hujan meteor hanya terjadi dalam intensitas amat kecil.

"Belakangan ini, tidak ada aktivitas hujan meteor, kecuali dengan intensitas amat kecil. Namun, perlu diketahui bahwa pada tahun 2021 ini, sudah ada sekitar 40 ketampakan meteor besar (fireball) di berbagai belahan bumi. International Meteor Organization (IMO) menerima dan mencatat laporan akan ketampakan fireball dengan cukup baik. Beberapa kejadian disertai dengan suara dentuman yang terdengar cukup jelas," tuturnya.

Tonton juga '22 Penambang Emas di China Terjebak di Bawah Tanah Selama 2 Minggu':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2