Masyarakat Jabar Diminta Tingkatkan Waspada terkait Potensi Multi Bencana

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 24 Jan 2021 18:19 WIB
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan hasil observasi curah hujan di Jawa Barat (Jabar). BMKG menyebut seluruh zona musim (36 ZOM) di Jabar saat ini telah memasuki musim hujan, seperti yang telah diprediksikan sejak Oktober 2020 lalu.

"Sebagian zona musim tersebut terjadi lebih awal jika dibandingkan dengan kondisi klimatologisnya, dan saat ini berada pada puncak musim hujan atau curah hujan tinggi dan diprediksi sampai Februari 2021, untuk itu perlu diwaspadai terjadinya cuaca ekstrem," kata Kepala Balai Besar Wilayah II BMKG Hendro Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/1/2021).

Hendro mengatakan pada periode musim hujan ini juga sering terjadi peristiwa cuaca ekstrem dengan curah hujan kategori tinggi dan sangat tinggi. Menurutnya, dari faktor-faktor pengendali iklim di wilayah Indonesia, saat ini yang sedang aktif berpengaruh adalah Monsoon Asia.

Daerah Konvergensi Antar Tropis (ITCZ) memperlihatkan anomali yang mengarah pada penguatan curah hujan tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia. Fenomena La Nina saat ini juga masih aktif dengan indeks yang mengarah ke kondisi normal pada bulan Mei 2021.

"Longsor di Sumedang dan Banjir Bandang di Cisarua Bogor, salah satu dampak dari hujan ekstrim yang melanda wilayah tersebut, dan ini berpotensi terjadi di wilayah lain di Jawa Barat," ucap Hendro.

"Ditambah kombinasi antara MJO, gelombang rossby ekuator, gelombang kelvin, dan gelombang low frequency di wilayah dan periode yang sama yakni di Laut China Selatan, Samudera Pasifik utara Papua, Samudera Hindia barat Lampung hingga selatan NTT, sebagian besar Jawa, Bali, NTT bagian barat, Laut Bali, Laut Sumbawa, mampu meningkatkan aktivitas konvektif dan pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah tersebut," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2