Doni Monardo Positif COVID, Komisi IX DPR Yakin Kerja Satgas Tak Terpengaruh

Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 24 Jan 2021 09:13 WIB
Emanuel Melkiades Laka Lena
Emanuel Melkiades Laka Lena (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo mengumumkan positif virus Corona (COVID-19). Pimpinan Komisi IX DPR menyebut tidak khawatir kondisi Doni Monardo akan mengganggu kerja penanganan COVID-19 di Indonesia.

"Pak Doni sebagai Ketua Satgas penanganan COVID-19 tetap sehat dan aktivitas normal secara terbatas karena melakukan isolasi mandiri. Kami melihat sistem KPC PEN dan Satgas yang dipimpin Pak Doni tetap bekerja secara baik dalam pencegahan dan penanganan COVID-19 di tanah air," ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena saat dihubungi, Sabtu (23/1/2021).

"Satgas dan Kementerian seperti Kemenkes dan jajarannya juga BNPB dan jajarannya tetap bekerja seperti biasa di lapangan," ujarnya.

Tak terpengaruhnya penanganan COVID-19 dengan kondisi Doni Monardo terjadi karena sistem yang sudah berjalan. Sistem yang dibangun oleh pemerintah, disebut Melkiades, merupakan sistem terpadu.

"Penanganan COVID-19 selama ini dilakukan secara terpadu dan sinergi oleh pemerintah sebagai suatu sistem dalam pelembagaan KPC PEN yang dipimpin oleh Pak Airlanga Hartarto," katanya.

Melkiades pun menyampaikan duka atas kondisi Doni Monardo yang positif COVID-19. Dia mendoakan Doni Monardo agar segera pulih.

"Saya turut bersimpati, dan mendoakan semoga Pak Doni tetap sehat dan bisa segara sembuh dari COVID-19," katanya.

Sebelumnya, Doni Monardo mengumumkan dirinya positif tertular virus Corona menyusul aktivitas padat dalam sepekan terakhir memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan. Doni mengetahui dirinya positif COVID-19 setelah melakukan tes usap.

"Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ini mendapatkan hasil positif COVID-19 dengan CT Value 25. Saya sama sekali tidak merasakan gejala apa pun dan pagi ini tetap beraktivitas normal dengan olahraga ringan berjalan kaki 8 kilometer," tutur Doni dalam siaran pers dari BNPB, Sabtu (23/1).

(aik/lir)