Bamsoet Dorong 4 Pilar MPR Masuk dalam Kurikulum Sekolah Balap

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 20:28 WIB
Ketua MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) mengajak sekolah balap untuk memasukkan materi wawasan kebangsaan 4 Pilar MPR ke dalam sistem pembelajarannya. Ini melengkapi materi dasar seputar teknik, taktik balap, hingga fisik.

"Sehingga mental para calon pembalap turut ditempa. Tak hanya berani, ulet, dan tangguh, mereka juga akan menjadi pembalap yang menyadari bahwa setiap tarikan gas dan keberanian yang ditampilkan di sirkuit adalah bagian sikap bela negara dalam berjuang mengharumkan Indonesia," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (23/1/21).

Hal tersebut Bamsoet sampaikan saat ia menerima kunjungan dari instruktur sekolah balap roda dua, antara lain Wawan Hermawan dari sekolah balap WH19RS, Ahmad Marta dari 43 Racing School, Dedy Fermadi dari D45 Academy, Oki Ristian dari 86 Ristan Racing School, dan Doni Ramdani dari DRS 35.

Ketua DPR RI ke-20 ini menyadari untuk melahirkan pembalap kelas internasional tidak bisa dilakukan sekejap, melainkan perlu proses dan waktu yang panjang. Oleh karena itu menurutnya peran dari para instruktur balap dibutuhkan sebagai guru yang memastikan konsistensi pelatihan dan pembinaan terhadap para calon pembalap.

"Para orang tua tidak perlu ragu memasukan putra-putrinya ke sekolah balap. Karena menjadi pembalap termasuk profesi menjanjikan, sekaligus memiliki peluang mengibarkan bendera merah putih di berbagai ajang kejuaraan internasional," tandasnya.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mendorong berbagai sekolah balap yang ada di Indonesia agar tak berhenti melakukan riset. Sebab diakuinya tak menutup kemungkinan sekolah balap Indonesia akan mematenkan banyak penemuan baru seputar dunia balap di masa mendatang.

"Sekolah balap yang juga mengedepankan riset akan memiliki banyak keunggulan. Karena melalui riset, berbagai terobosan bisa dilakukan. Melalui riset jugalah, para pembalap bisa mendapatkan banyak pengetahuan baru, yang berguna bagi pengembangan teknik, taktik, fisik, dan mentalnya menghadapi lintasan balap," pungkasnya.

(ncm/ega)