Jubir Vaksinasi COVID-19: Pemerintah Masih Kaji Rencana Vaksin Mandiri

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 17:03 WIB
Jubir Vaksin COVID-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi
Jubir vaksin COVID-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi (Foto: dok. Satgas COVID-19)
Jakarta -

Pemerintah berencana melaksanakan program akselerasi vaksin melalui program vaksin mandiri. Juru bicara pemerintah untuk vaksinasi COVID-19 dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan proses vaksin mandiri masih dalam kajian.

"Terkait tentang vaksin mandiri, seperti yang saya sudah sampaikan beberapa kali juga ke teman media, kita masih kaji dan memfinalkan terkait rencana ini. Jadi bersabar saja dulu," kata Nadia dalam telekonferensi virtual yang disiarkan di YouTube Kementerian Kesehatan RI, Sabtu (23/1/2021).

Lebih lanjut Nadia menjelaskan, saat ini pemerintah masih mendengarkan masukan dari berbagai pihak mengenai vaksin mandiri. Ia berharap masyarakat bersabar menunggu hasil kajian.

"Karena kita juga masih mendengarkan berbagai banyak pihak, berbagai banyak pihak. Sudah ada beberapa alternatif opsi-opsi tetapi tentunya ini masih akan dalam pembahasan yang lebih matang," ujarnya.

Untuk diketahui, pemerintah tengah mengkaji rencana program vaksin mandiri. Hal ini ditegaskan oleh Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto.

"Regulasi ini akan mengatur pembelian oleh sektor industri tertentu, yang akan diberikan kepada karyawan secara gratis," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis (21/1).

Airlangga juga menyatakan beberapa hal yang terkait dengan hal-hal teknis akan terus dipersiapkan. Selain itu, pemerintah mengusahakan agar sumber dari vaksin itu (program mandiri) berbeda dari sumber vaksin yang diberikan pemerintah gratis kepada masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga pernah memberikan sinyal mengenai vaksinasi mandiri. Jokowi mengatakan hal itu baru akan diputuskan. Dia bilang pemerintah tengah berupaya menggenjot vaksinasi. Apalagi vaksinasi mandiri ditanggung oleh pengusaha.

"Kemudian ada bertanya bagaimana mempercepat lagi? Banyak dari perusahaan, para pengusaha menyampaikan, 'Pak bisa nggak kita vaksin mandiri?' Ini yang baru kita akan putuskan, karena apa kita perlu mempercepat, perlu sebanyak-banyaknya, apalagi biayanya ditanggung perusahaan, kenapa tidak," papar Jokowi dalam acara CEO Forum, Kamis (21/1).

(hel/jbr)