Kerusakan Hutan di Sumut Makin Parah

Kerusakan Hutan di Sumut Makin Parah

- detikNews
Rabu, 08 Feb 2006 00:38 WIB
Medan - Kondisi hutan di Sumatera Utara (Sumut) makin kritis. Kegiatan pertambangan di kawasan taman nasional terus berjalan. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah diminta memberi perhatian penuh untuk menghindari kemungkinan terjadinya bencana akibat rusaknya hutan."Penebangan hutan seperti sudah tidak terkendali. Belakangan ini daerah penyangga kawasan hutan seperti di Mandailing Natal (Madina), Tapanuli Selatan dan Langkat, terus-menerus dibabat hutannya," kata anggota DPRD Sumut Efendy Naibaho kepada wartawan di Medan, Selasa (7/2/2006).Jika tidak maka bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akan sulit dihindari. Ia mencontohkan daerah Tanjung Balai, Asahan, Langkat dan Medan kini sudah menjadi langganan banjir.Ia menilai usaha Menteri Kehutanan MS Kaban dalam memerangi illegal logging tidak didukung instansi pemerintah lainnya. "Proses hukum sering berjalan lamban dalam berbagai kasus lingkungan," ungkap Naibaho.Ia mencontohkan kasus penambangan di Taman Nasional Batang Gadis, di Kabupaten Madina yang sedang memasuki tahap eksplorasi oleh PT Sorikmas Mining (SMM). Pemerintah Kabupaten Madina, warga dan Departemen Kehutanan sepakat menolak penambangan di areal konsesi PT SMM. Namun ternyata Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berpendapat lain. "Seharusnya kalau memang ada perbedaan pendapat seperti ini, operasional harus dihentikan sementara sampai ada kejelasan status hukum melalui pengadilan ataupun kesepakatan yang dicapai," tegasnya. Kasus banjir bandang di Bukit Lawang, Banjar Negara, dan Pasuruan, seharusnya kata Naibaho dapat dijadikan cerminan. "Itu bukti kerusakan hutan menghancurkan kehidupan masyarakat," cetusnya Naibaho juga mempertanyakan berbagai program yang selama ini telah dilaksanakan, termasuk penggunaan anggaran reboisasi di tiap kabupaten dan anggaran gerakan penghutanan. Sebab dari hasil pengamatan di lapangan, berbagai program yang telah dilakukan belum ada hasil nyata. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads