Walkot Pekanbaru Disomasi Gegara Videotron di Jalan Protokol, Ini Alasannya

Raja Adil Siregar - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 13:19 WIB
Pemasangan videotron tepat di bundaran Tugu Zapin Pekanbaru, Riau, diprotes warga. Warga mengirimkan somasi kepada Walkot Pekanbaru (Raja Adil/detikcom)
Pemasangan videotron tepat di bundaran Tugu Zapin, Pekanbaru, Riau, diprotes warga. Warga mengirimkan somasi kepada Walkot Pekanbaru. (Raja Adil/detikcom)
Pekanbaru -

Pemasangan videotron tepat di bundaran Tugu Zapin, Pekanbaru, Riau, diprotes warga. Videotron milik Pemkot Pekanbaru diprotes dan disomasi karena menampilkan iklan yang dinilai tidak layak dan mengganggu penglihatan pengendara.

Protes disampaikan langsung Komunitas Masyarakat Tidak Merokok lewat somasi kepada Wali Kota (Walkot) Pekanbaru Firdaus. Mereka meminta Walkot Pekanbaru menertibkan videotron yang menampilkan iklan rokok.

"Kami menyampaikan protes karena masih terdapat temuan di lapangan adanya iklan rokok pada videotron di jalan protokol Kota Pekanbaru. Tepat depan kantor Kejaksaan Tinggi Riau," kata kuasa hukum Komunitas Masyarakat Tidak Merokok, Supriadi Bone, kepada wartawan, Sabtu (23/1/2021).

Iklan tersebut, kata Supriadi, sebelumnya banyak dikeluhkan masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor yang melintasi jalan protokol Sudirman. Sebab, cahaya gambar berjalan itu terlalu terang hingga mengganggu penglihatan pengendara.

Pemasangan videotron tepat di bundaran Tugu Zapin Pekanbaru, Riau, diprotes warga. Warga mengirimkan somasi kepada Walkot Pekanbaru (Raja Adil/detikcom)Warga mengirimkan somasi kepada Walkot Pekanbaru (Raja Adil/detikcom)

"Lantaran efek cahaya videotron tersebut sangat mengganggu pengendara, banyak yang mengeluhkan keberadaan videotron tersebut," katanya.

Supriadi menyebut, berdasarkan Peraturan Pemerintah No 109 Tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung bahan zat adiktif produk tembakau bagi kesehatan dan UU No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, iklan di luar ruangan harus memenuhi ketentuan. Salah satunya tidak dilakukan di kawasan tanpa rokok, tidak diletakkan di jalan utama atau protokol.

"Harus diletakkan sejajar dengan bahu jalan dan tidak boleh memotong jalan. Lalu ukurannya tidak boleh melebihi 72 meter persegi," tegasnya.