Jubir MA Ungkap Hanya 8% PK Napi Koruptor yang Dikabulkan

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 17:41 WIB
Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Andi Samsan Nganro memberikan keterangan pers terkait putusan PK Baiq Nuril. Apa saja yang dibahas?
Foto: Andi Samsa Nganro (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Andi Samsan Nganro meluruskan anggapan bahwa MA banyak mengabulkan pengajuan peninjauan kembali (PK) para napi koruptor. Andi menyebut MA hanya mengabulkan 8% PK para koruptor.

"Saya melihat, menurut data yang ada hanya 8% yang memang dikabulkan. Jadi masih ada 92% yang ditolak," kata Andi dalam diskusi online bersama KPK, Jumat (22/1/2021).

Andi menegaskan bahwa majelis hakim PK dalam memutuskan tak bisa didikte. Menurutnya, majelis hakim memiliki independensi dalam mengadili hukuman terpidana.

"Beberapa ada pandangan sinyalemen bahwa maraknya pemotongan hukuman di tingkat peninjauan kembali sebagai pelemahan dan suramnya pemberantasan. Tentu memerlukan suatu penelitian bahwa karena kami ini badan peradilan, lembaga peradilan tentu tidak semata-mata melihat dan menerapkan efek jeranya semata," ucap Andi.

"Karena kami penegak hukum dan keadilan tentu kami juga mempertimbangkan aspek keadilan dan kemanfaatannya. Tapi bukan semata-mata ya menegakkan ada pelanggar hukum sudah memenuhi rumusan delik langsung ini, ya tidak," tambahnya.

Dia membantah jika MA tutup mata dalam upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air. Tapi segala keputusan MA tentu demi keadilan untuk semua.

"Kami mempertimbangkan semua, kami sinergikan semua kemudian melahirkan sebuah putusan berdasarkan ya kami akan pertimbangkan juga, kami tidak gegabah begitu, kami juga pertimbangan pada hati nurani, apakah ini sudah adil, apakah ini sudah tepat," katanya.

Andi menyebut pengajuan PK negara telah mengatur dalam Undang-Undang yang merupakan hak bagi terpidana. "Tolong dipahami bahwa itu merupakan tugas kami, tetapi bagi saya bahwa tentu Undang-Undang sudah mengatur ini jangan semudah itu ya, kita perlu ketat betul-betul itu alasan untuk melihat," katanya.

(fas/rfs)