Kata Keluarga Korban soal Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 17:32 WIB
Keluarga korban dan pihak maskapai pilot menaburkan bunga dari atas Kapal KRI Semarang-594, di kawasan Perairan Kepulauan Seribu, Jumat (22/1).
Keluarga korban saat tabur bunga. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Tabur bunga telah selesai digelar Sriwijaya Air dalam rangka menghormati para korban musibah jatuhnya pesawat SJ182 di perairan Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Beberapa keluarga korban menyebut kegiatan tabur bunga sebagai momentum untuk memperkuat hati.

"Sebenarnya tabur bunga ini sebagai penghargaan, mungkin atribut untuk keluarga korban untuk kenang saudara-saudaranya di mana kejadian pesawat Sriwijaya itu bukan berarti membangkitkan kesedihan, tapi inilah momen untuk memperkuat hati," ujar salah satu keluarga korban Heri Purnomo saat ditemui di KRI Semarang, Jumat (22/1/2021).

Heri kehilangan kakaknya, Agus Minarni, dan kakak iparnya, Nur Kholifatul Amin. Heri sangat rindu kepada kakaknya, Agus. Menurutnya, wajah Agus terbayang di permukaan air ketika dia melempar bunga ke laut.

"Ya terus terang saat penaburan bunga itu wajah kakak terbayang sekali. Dan air mata ini terus mengalir pada saat kami melihat permukaan air seakan-akan wajah mereka ini terbayang di permukaan air," ucapnya.

Keluarga korban dan pihak maskapai pilot menaburkan bunga dari atas Kapal KRI Semarang-594, di kawasan Perairan Kepulauan Seribu, Jumat (22/1).Keluarga korban dan pihak maskapai pilot menaburkan bunga dari atas Kapal KRI Semarang-594, di kawasan Perairan Kepulauan Seribu, Jumat (22/1). (Pradita Utama/detikcom)

Selain itu, Heri mengomentari pencarian dan pertolongan SJ182 yang sudah ditutup. Dia mengapresiasi tim SAR gabungan yang telah berupaya keras dalam menemukan bagian tubuh korban.

"Mungkin dengan habisnya waktu pencarian ini kami juga memaklumi karena ini sudah sangat panjang. Kami berterima kasih kepada tim Basarnas dan lainnya telah berupaya semaksimal mungkin," imbuh Heri.

Keluarga korban dan pihak maskapai pilot menaburkan bunga dari atas Kapal KRI Semarang-594, di kawasan Perairan Kepulauan Seribu, Jumat (22/1).Keluarga korban dan pihak maskapai pilot menaburkan bunga dari atas Kapal KRI Semarang-594, di kawasan Perairan Kepulauan Seribu, Jumat (22/1). (Pradita Utama/detikcom)

Sementara itu, Mezar selaku perwakilan korban atas nama Panca Widia Nursanti juga melakukan prosesi tabur bunga. Ia mengungkap keluarganya sudah ikhlas kehilangan Panca.

"Ya pertama memang ini tradisi yang dilakukan. Yang kedua dari keluarga korban sudah ikhlas. Cobaan ini kita terima dengan ikhlas. Menyangkut pelaksanaan kita puas. Karena kita termasuk salah satu korban yang belum teridentifikasi. Saya live dengan keluarga di Pontianak dan mereka puas dengan ini," kata Mezar.

Seperti diketahui, para keluarga korban menaburkan bunga ke laut yang menjadi titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. Prosesi tabur bunga diiringi isak tangis.

(isa/isa)