Menkominfo RI-Menkominfo Singapura Temu Virtual, Bahas Perlindungan Data

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 16:23 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. PLate menyampaikan sambutannya dalam peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Jakarta, Kamis (16/7/2020). Kemenkominfo meluncurkan Gernas BBI dengan mendorong transformasi digital di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) melalui pemberian stimulus maupun fasilitasi UMKM dan ultra mikro sekaligus mendorong kesadaran konsumen Indonesia memanfaatkan teknologi serta membeli produk dalam negeri. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
  *** Local Caption ***
Menkominfo Johnny G Plate (Aditya Pradana Putra/Antara)
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate melakukan pertemuan bilateral dengan Menkominfo Singapura S Iswaran. Pertemuan dilakukan secara virtual di sela Pertemuan Menteri Digital ASEAN atau ASEAN Digital Ministers' Meeting (ADGMIN).

Johnny mengatakan pertemuan itu atas inisiatif Menteri Iswaran. Pertemuan yang digelar kemarin itu, kata dia, membahas agenda penguatan kerja sama bilateral di antara kedua negara, salah satunya terkait perlindungan data pribadi.

"Indonesia menghargai dan amat terbuka dengan prakarsa peningkatan kerja sama ini. Nota Kesepahaman ini juga diharapkan dapat merefleksikan prinsip-prinsip nasional Indonesia, terutama yang terkait dengan pelindungan data pribadi yang akan tercakup dalam Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi," tutur Johnny dalam keterangan tertulis, Jumat (22/1/2021).

Selain pelindungan data, isu pertukaran data lintas batas negara (cross-border data flow) dibahas. Menurutnya, isu tersebut perlu dibahas secara komprehensif, mengingat pertukaran data ini dapat mendorong perkembangan sektor ekonomi yang lebih masif.

Sebagai gambaran, kata Johnny, kebijakan yang lebih pasti terkait pertukaran data lintas batas negara akan mendukung ekspansi perusahaan dan Indonesia ke negara ASEAN lainnya.

"Karenanya, kita perlu membahas kerangka atau protokol kerja sama pertukaran data ini yang lebih konkret, yang menjunjung tinggi prinsip lawfulness, fairness, transparency dan juga prinsip reciprocity," ujarnya.

Johnny mengungkapkan nota kesepahaman antara Singapura dan Indonesia nantinya juga akan mencakup kerja sama pengembangan talenta digital di dua negara. Nota Kesepahaman ini akan dibahas lebih lanjut secara internal Kementerian Kominfo dan juga dengan Kementerian/Lembaga terkait lainnya, seperti Kementerian Luar Negeri.

Tingkatkan Konektivitas Digital

Di samping isu pelindungan data dan talenta digital, Singapura memberikan perhatian khusus terhadap progres penggelaran jaringan 5G di Indonesia. Singapura berharap implementasi 5G bisa dipercepat di kedua negara.

"Kami berharap dapat terjadi pertukaran pengalaman dan best-practices antara Indonesia dan Singapura untuk mempercepat implementasi 5G di dua negara," jelas Menteri Iswaran.

Singapura menargetkan seluruh wilayah negaranya akan terjangkau jaringan 5G sampai 2025. Sedangkan Indonesia sendiri merencanakan showcasing jaringan 5G di beberapa fasilitas publik strategis pada 2021.

Keberadaan jaringan 5G ini akan semakin memperkuat upaya Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan konektivitas nasional dalam rencana besar transformasi digital. Dalam dua tahun ke depan, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan operator seluler untuk menghadirkan jaringan 4G di seluruh desa/wilayah di Indonesia.

Turut mendampingi juga dalam audiensi tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semmy Pangerapan. Adapun dari sisi Singapura, Menteri Iswaran didampingi oleh Senior Advisor Kementerian Komunikasi dan Informasi Singapura Karen Tan dan Assistant Chief Executive Infocomm Media Development Authority (IMDA) Singapura Foo Chi Hsia.

(mae/gbr)