Nadiem Tegaskan Kemdikbud Hanya Kelola Anggaran Pendidikan Rp 81,5 T

Mochamad Zhacky - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 15:59 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim mengaku jengkel karena dituding konflik kepentingan (conflict of interest) terkait bayar SPP menggunakan GoPay.
Mendikbud Nadiem Makarim (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengklarifikasi bahwa Kemendikbud hanya mengelola anggaran pendidikan sebesar Rp 81,5 triliun. Adapun total anggaran pendidikan pada 2021 sebesar Rp 550 triliun.

"Dari seluruh anggaran pendidikan, itu sekitar 14 persen, 14,8 persen itu ada di Kemendikbud. Sisanya itu ada di transfer daerah dan kementerian lainnya. Jadi ini bagi banyak masyarakat juga untuk mengetahui bahwa anggaran Kemendikbud itu adalah sekitar Rp 81,5 triliun di tahun 2021," kata Nadiem dalam webinar yang disiarkan di kanal YouTube FMB9ID_IKP, Jumat (22/1/2021).

"Jadinya bukan yang Rp 550 triliun atau 20 persen dari anggaran kita. Jadinya itu suatu hal yang harus diklarifikasi bahwa anggaran pendidikan itu tersebut di berbagai macam pemda dan juga kementerian lainnya. Tapi di Kemendikbud, yang kita kelola adalah sekitar 15 persen, yaitu Rp 81,5 triliun," imbuhnya.

Nadiem juga menjelaskan anggaran sebesar Rp 81,5 triliun untuk 2021 telah dialokasikan untuk dana alokasi khusus (DAK) nonfisik dan DAK fisik. Dari presentasi yang ditampilkan, DAK nonfisik sebesar Rp 116,6 miliar dan DAK fisik Rp 17,784 triliun.

Alokasi DAK non fisik dan DAK fisik 2021.Alokasi DAK nonfisik dan DAK fisik 2021. (Screenshot kanal YouTube FMB9ID_IKP)

Selain itu, Nadiem memaparkan sejumlah program pembiayaan pendidikan. Setidaknya ada dua program prioritasnya, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah, tunjangan profesi guru, serta digitalisasi sekolah dan transformasi medium pembelajaran.

"Tentunya KIP Kuliah untuk tahun depan akan menjadi fokus dan prioritas dan kami akan melakukan berbagai macam adaptasi untuk memastikan bahwa anak kita berani untuk apply, berani untuk memasukkan aplikasinya ke sekolah-sekolah paling baik, walaupun mungkin dia tidak mampu membayar SPP-nya," terang Nadiem.

"Digitalisasi sekolah dan transformasi medium pembelajaran merupakan salah satu prioritas kita. Kita akan melakukan distribusi TIK (teknologi informasi komunikasi) yang terbesar yang pernah kita lakukan kepada hampir 20 ribu sekolah, juga untuk mengantisipasi asesmen nasional yang akan kita lakukan di dalam, di bagian SD juga," sambung dia.

Simak capaian kerja Kemendibud 2020 di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2