Fotografer Ini Cabuli 10 Gadis ABG Janjikan Jadi Model, 2 Hamil

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 12:36 WIB
Rahadi Saputra ditangkap Polda Kepri atas dugaan pencabulan 10 wanita di bawah umur. Dua korban disebut hamil. (Foto Antara)
Rahadi Saputra ditangkap Polda Kepri atas dugaan pencabulan 10 wanita di bawah umur. Dua korban disebut hamil. (Foto: dok. Antara)
Jakarta -

Rahadi Saputra (21) ditangkap jajaran Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau (Kepri). Rahadi, yang bekerja sebagai fotografer, diduga mencabuli 10 wanita di bawah umur.

"Menurut pengakuan, tersangka telah melakukan kejahatannya lebih dari 10 korban dan yang dia ingat hanya 10 nama," kata Direktur Reskrimum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto seperti dilansir Antara, Jumat (22/1/2021).

Dia mengatakan jumlah korban masih mungkin bertambah. Sebab, dalam pemeriksaan, tersangka mengaku banyak lupa.

"Dari para korbannya tersebut, dua orang di antaranya sudah hamil," kata Kombes Arie.

Ia mengatakan pihaknya akan menerapkan undang-undang baru yang sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang memungkinkan pemberian hukuman kebiri kimia sesuai dengan putusan hakim di pengadilan.

Berdasarkan hasil penyidikan dan penyelidikan awal, tersangka melakukan tindak kejahatan di dua lokasi hotel yang ada di daerah Pelita, Kota Batam, pada September 2020.

"Modus yang dilakukannya adalah tersangka yang berprofesi sebagai fotografer melakukan bujuk rayu dan menawarkan korban sebagai model foto sehingga para korban menuruti keinginan tersangka," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt.

Ia mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat 10 anak yang menjadi korban. Namun penyelidikan akan terus dikembangkan.

Pihaknya mengamankan barang bukti, antara lain satu unit telepon selular yang digunakan untuk berkomunikasi dengan korban, satu unit kamera, satu helai baju abu-abu, satu celana panjang biru, satu celana dalam ungu, satu pakaian dalam wanita hitam, satu baju warna hitam motif kotak-kotak, dan satu celana panjang warna biru.

"Tim juga melakukan pemeriksaan terhadap para korban dan saksi, dan terus melakukan pendalaman serta pengembangan terhadap dugaan adanya korban lainnya serta melakukan koordinasi dengan P2TP2A Provinsi Kepri sebagai pendampingan kepada korban," kata Kombes Harry.

(jbr/idh)