RSUD, Gereja dan 5 Rumah di Talaud Rusak Akibat Gempa M 7,0

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 12:21 WIB
RSUD, Gereja dan 5 Rumah di Talaud Rusak Akibat Gempa M 7,0
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Sejumlah rumah rusak dan bangunan rusak terdampak gempa M 7,0 yang terjadi di Sulawesi Utara, Kamis malam. BPBD Kepulauan Talaud melaporkan sebanyak 5 rumah dan gereja rusak terdampak gempa tersebut.

"BPBD setempat menginformasikan sebanyak 2 unit rumah mengalami rusak ringan dan 3 unit terdampak. Tingkat kerusakan pada ketiga unit rumah tersebut masih dalam proses pendataan petugas di lapangan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangannya, Jumat (22/1/2020).

BPBD menyebut dua rumah rusak ringan berada di Desa Rae, Kecamatan Beo Utara, sedangkan rumah terdampak lainnya berada di Desa Ganalo, Kecamatan Tampan Amma, Desa Mala, Kecamatan Melonguane dan Desa Bantik, Kecamatan Beo.

Selain itu, satu gereja juga mengalami kerusakan di Desa Ganalo, Tampan Amma. BPBD juga melaporkan RSUD di Desa Mala, Melonguane mengalami kerusakan minor.

"Laporan tingkat kerusakan bangunan masih dalam pendataan petugas di lapangan. Berdasarkan data BPBD per 22 Januari 2021, pukul 08.00 WIB tersebut, belum ada laporan korban jiwa akibat gempa tersebut," ujarnya.

Raditya mengatakan tim BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud melakukan pendataan pascagempa, berkoordinasi dengan instansi terkait, serta melakukan evakuasi terhadap masyarakat terdampak.


Berdasarkan analisis InaRISK, Kabupaten Kepulauan Talaud memiliki potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 18 kecamatan pada kabupaten tersebut berada pada potensi bahaya dengan kategori tersebut.

Dari sisi risiko, sebanyak 86.759 jiwa berpotensi terpapar bahaya gempa bumi di 18 kecamatan, Kabupaten Kepulauan Talaud dengan luas bahaya 75.479 hektar. Masyarakat di Kepulauan Talaud memiliki catatan historis terdampak gempa dengan magnitudo besar, seperti pada 1914, 1957, 1969, dan 2009.

Data bencana gempa menunjukkan bahwa korban jiwa terjadi dikarenakan reruntuhan bangunan dan bukan guncangan gempa. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa susulan.

(yld/imk)