Hikmahanto Prediksi AS-China Tetap Panas karena Taiwan Hadiri Pelantikan Biden

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 10:51 WIB
President Joe Biden. Source: Pool
Foto: Joe Biden (Pool via CNN)
Jakarta -

Perwakilan Taiwan diundang menghadiri pelantikan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46. Menurut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Profesor Hikmahanto Juwana hal itu akan membuat hubungan China-AS tetap panas.

"Hubungan AS-China akan tetap memanas di era Joe Biden," kata Hikmahanto kepada wartawan, Jumat (22/1/2021).

Ada tiga alasan utama mengapa kehadiran perwakilan Taiwan membuat sentimen China naik. Pertama, pemerintah China berupaya agar dunia hanya mengakui satu China yaitu People's Republic of China.

"Pemerintahan di Taiwan yang menamakan diri sebagai Republic of China dalam perspektif pemerintah China merupakan bagian darinya. Undangan kepada perwakilan Taiwan untuk menghadiri inagurasi Joe Biden bisa dianggap sebagai tindakan tidak bersahabat Biden terhadap China," ujar Rektor Universitas Ahmad Yani, Bandung itu.

Kedua, meski terjadi perubahan kepemimpinan di AS, namun para birokrat AS tetap menjabat. Para pejabat inilah yang akan memastikan kebijakan terhadap China pada masa Trump akan tetap dilanjutkan di masa Biden.

HikmahantoFoto: Prof Hikmahanto Juwana (Lisye-detikcom)

"Terakhir, banyak negara-negara sekutu AS menghendaki adanya perimbangan kekuatan (balance of power) dalam bentuk rivalitas AS-China daripada kemesraan kedua negara," beber Prof Hikmahanto.

Namun perseteruan AS-China tidak sepanas era Trump. Sebab, jelas Hikmahanto, gaya kepemimpinan Partai Demokrat (partai yang menaungi Biden-red) lebih lunak dibandingkan Partai Republik.

"Rivalitas ini akan lebih lunak (soft) sesuai gaya kepemimpinan Presiden asal Partai Demokrat," jelas Hikmahanto.

Padahal sebelumnya, pergantian kepemimpinan di AS dari Donald Trump ke Joe Biden membuat harapan baru dan disambut baik oleh China. Jubir Kementerian Luar Negeri China mengungkap optimisme ini dengan mengatakan 'malaikat baik hati dapat menang atas kekuatan jahat'.

(asp/aud)