Komnas HAM Jawab Kritik TP3 soal Hasil Investigasi Tewasnya 6 Laskar FPI

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 08:06 WIB
Amiruddin, Komnas HAM
Amiruddin (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) 6 Laskar FPI, yang terdiri atas Amien Rais dkk, mengkritik hasil investigasi Komnas HAM. Komnas HAM menegaskan pihaknya bekerja sesuai fakta yang ditemukan saat penyelidikan.

"Komnas sudah bekerja sesuai kewenangan yang ada. Telah bekerja dengan transparan berdasarkan fakta-fakta yang berhasil ditemukan Komnas. Hasilnya telah disampaikan," kata Wakil Ketua Komnas HAM Amiruddin Al Rahab kepada wartawan, Kamis (21/1/2021).

Komnas HAM mengatakan adalah kewajaran jika Amien Rais dkk tidak puas terhadap temuan mereka. Dia menyebut Komnas HAM terbuka terhadap kritik.

"Jika ada yang tidak puas, itu wajar saja dalam era keterbukaan ini. Di era keterbukaan ini kritik kan boleh saja," kata Amir.

Untuk diketahui, TP3 mengaku tidak puas atas hasil penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM. TP3 menilai tewasnya laskar FPI sebagai pelanggaran HAM berat, bukan pelanggaran HAM biasa, sehingga dinilai negara tidak memiliki kemauan untuk mengungkap kasus tersebut.

"Mengapa kami tidak puas dengan Komnas HAM, apa yang dilakukan Komnas HAM, nah ini justru menurut pendapat tim ini adalah bahwa ini justru menunjukkan bahwa pemerintah itu adalah unwilling dan unable untuk melakukan penuntutan HAM berat, dan kami berpendapat yang berbeda, HAM berat, bukan HAM saja yang sebagaimana disampaikan Komnas HAM," ujar anggota TP3 Edi Mulyadi kepada wartawan dalam jumpa pers, Kamis (21/1).

Tonton juga 'Pemaparan Amien Rais cs Tuding Ada Pelanggaran HAM Berat dalam Kematian 6 Laskar FPI':

[Gambas:Video 20detik]



Ia menyebut, dalam UU Nomor 6 Tahun 2000, Komnas HAM diberi kewenangan melakukan penyelidikan. Namun, menurut Edi, berdasarkan UU tersebut, semestinya kesimpulan Komnas HAM hanya ada dua, yaitu HAM berat atau tidak ada pelanggaran HAM.

"Saudara-saudara sekalian, yang namanya Komnas HAM ini diberi wewenang oleh UU Nomor 6 Tahun 2000 untuk melakukan penyelidikan. Jadi dalam penyelidikannya itu, kesimpulannya hanya ada dua, HAM berat atau tidak ada sama sekali, tidak ada HAM biasa saja, nggak ada, Jadi nggak boleh kok, bukan HAM berat kok tapi HAM biasa, atau HAM tanpa embel-embel berat," ungkapnya.

Adapun tokoh-tokoh yang membentuk TP3 adalah:
Muhammad Amien Rais
Abdullah Hehamahua
Busyro Muqoddas
Muhyiddin Junaidi
Marwan Batubara
Firdaus Syam
Abdul Chair Ramadhan
Abdul Muchsin Alatas
Neno Warisman
Edi Mulyadi
Rizal Fadillah
HM Mursalin
Bukhori Muslim
Samsul Badah
Taufik Hidayat
HM Gamari Sutrisno
Candra Kurnia
Adi Prayitno

(lir/mae)