Pasang 10 Kartun Nabi Muhammad, Pimred Peta Akui Khilaf
Selasa, 07 Feb 2006 17:36 WIB
Jakarta - Tabloid Peta memasang ulang 10 gambar kartun Nabi Muhammad. Peta mengaku tak bertujuan menyinggung umat Islam. Pemuatan itu dimaksudkan agar publik tahu gambar yang diributkan. Meski begitu Peta mengaku telah khilaf."Namun kami tak mau memperpanjang masalah dengan FPI, kami menarik kembali tabloid itu dan meminta maaf kepada umat Islam. Kami khilaf," kata Pimpinan Redaksi (Pimred) tabloid Peta Abdul Wahab Abdi saat ditemui detikcom, di kantornya, Jalan KH Nur Ali, Pekayon, Kalimalang, Bekasi, Selasa (7/2/2006).Penarikan Peta edisi kartun Nabi Muhammad dilakukan setelah pertemuan pimpinan Peta dengan FPI di Polres Bekasi, Senin 6 Februari kemarin malam. Permintaan maaf Peta untuk sementara ditempel di pintu masuk kantor itu. Peta masih memikirkan media massa nasional yang akan dipilihnya untuk memuat permintaan maaf. "Dalam waktu dekat akan kita minta media massa nasional untuk memuat permintaan maaf," kata Wahab. Selain minta maaf dan menarik kembali tabloidnya, Peta juga melakukan pendekatan dengan kalangan Islam lainnya. "Saya ini lulusan pesantren, jadi saya punya teman-teman yang juga pemimpin di Islam," jelas Wahab.Peta didirikan 31 Januari 2005 oleh Imam Trikarso Hadi yang kini menjabat sebagai Pimpinan Umum. Tabloid politik ini dalam edisi Nomor 53, 6-12 Februari mengambil laporan utama dengan judul "Menghina Umat Islam".Untuk mendukung laporan utama itu, Peta memuat ulang 10 dari 12 gambar kartun Nabi Muhammad yang diprotes umat Islam sedunia. Gambar itu dimuat setelah melalui proses editing antara lain dengan memberi blok hitam pada mata gambar tersebut.
(iy/)











































