PBNU: Komjen Sigit Harus Buktikan Pam Swakarsa Ciptakan Keamanan di RI

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 07:21 WIB
Helmy Faishal Zaini Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal pada Kabinet Indonesia Bersatu II. File/detikFoto.
Helmy Faishal Zaini (Foto: Hasan Alhabshy)
Jakarta -

DPR RI menyetujui Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap citra polisi makin bagus di mata masyarakat.

"Pertama tentu menyampaikan selamat kepada Pak Sigit telah mulus dan lancar proses fit dan proper test di DPR RI," kata Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini kepada wartawan, Kamis (21/1/2021).

"Kita harapkan nanti semakin profesional, semakin canggih, antisipatif ke depan. Dan tentu kita harapkan citra polisi semakin bagus di masyarakat, semakin baik di mata masyarakat. Kita ikut mendoakan lah mudah-mudahan di bawah Pak Sigit ini akan menjadi lebih baik, sukses," sambungnya.

Ada beberapa tantangan yang harus dilakukan oleh Komjen Listyo Sigit Prabowo menurut Helmy. Salah satunya meningkatkan kemampuan inteligen Polri dalam mengantisipasi radikalisme dan terorisme.

"Kita semua tahu bahwa selain isu yang terkait dengan keamanan yang bersifat tawuran antar kelompok dan seterusnya yang tidak kalah menjadi tantangan besar soal radikalime, terorisme, bagaimana inteligen Polri meningkatkan kemampuan mengantisipasi berbagai macam kemungkinan-kemungkinan," kata Helmy.

Helmy juga berharap Komjen Listyo Sigit Prabowo fokus ke masalah keamanan dalam negeri. Dia juga mengomentari program Pam Swakarsa yang akan diefektifkan lagi.

"Harapan kita adalah di bawah Pak Sigit ini tentu fokus masalah keamanan dalam negeri, betul-betul bisa melakukan upaya pengawasan yang bersifat melekat artinya kita memahami bahwa dengan model Pam Swakarsa dalam pro-kontranya itu sebetulnya ini kan ingin melibatkan masyarakat juga di dalam ikut bertanggungjawab di dalam penegakan keamanan," tutur Helmy.

Menurut Helmy, Komjen Listyo Sigit harus meyakinkan masyarakat bahwa Pam Swakarsa membangun kesukarelaan. Dia mengatakan polisi dan masyarakat harus bekerja sama dalam penegakan keamanan.

"Memang sejumlah kritik ini berarti sipil akan dipersenjatai atau apa dan seterusnya, Pak Sigit harus membuktikan bahwa Pam Swakarsa yang dimaksud itu adalah membangun kesukarelaan, voluntary dari unsur masyarakat untuk juga menjadi bagian penting dalam menegakkan, menciptakan keamanan di Tanah Air ini, karena sekuat apapun polisi ini kalau masyarakat kalau tidak ada kesadaran bersama-sama untuk bertanggung jawab penegakan keamanan tentu tidak akan berhasil," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2