Kolom Hikmah

Allah SWT Yang Maha Membolak Balik Hati Manusia

Erwin Dariyanto - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 05:01 WIB
One Day One Hadits, Kekayaan Allah Tak Habis Meski Banyak DIberikan Pada Hamba-Nya
Ilustrasi Foto: Mindra Purnomo/detikcom
Jakarta -

Sebelum dijatuhi hukuman 1.075 tahun penjara, Adnan Oktar atau yang dikenal dengan nama pena Harun Yahya sempat populer di dunia Islam. Setidaknya pada tahun 1990-an pria kelahiran tahun 1956 ini dikenal sebagai pemikir Islam. Dia banyak menerbitkan buku dan video tentang Sains dalam Al Quran.

Buku-bukunya laris di pasaran, tak terkecuali di Indonesia. Sebab dalam karyanya Adnan Oktar banyak menguraikan kecocokan antara sains modern dengan ayat-ayat dalam Al Quran. Banyak masyarakat di dunia dibuat kagum dengan kepiawaian Adnan Oktar alias Harun Yahya. Mereka pun menilai aklaq Adnan Oktar akan sesuai Al Quran, karena banyak menghabiskan waktu mengkaji ayat-ayat suci. Namun, kenyataan berbicara lain. Kehidupan sehari-hari Adnan Oktar diketahui jauh dari ayat-ayat Al Quran. Bahkan Pengadilan Turki telah membuktikan tindak kejahatan yang dilakukan oleh Adnan Oktar alias Harun Yahya.

Bagaimana bisa seseorang yang banyak menghabiskan waktu mengkaji ayat suci bisa berbalik hatinya?

Diriwayatkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Tirmidzi, pada suatu ketika Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam," "Wahai Rasulullah mengapa engkau lebih sering membaca doa, 'Ya muqallibal quluub tsabbit qalbii 'ala diinik (Wahai Zat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu?)"

Kemudian RasulullahSAW bersabda, "Wahai Ummu Salamah, hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki teguh dalam iman, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkanya."

Dalam sejarah Islam kita bisa melihat betapa banyak orang-orang yang awalnya beriman kepada Al Quran, turut membela perjuangan Nabi Muhammad SAW namun pada akhirnya berlaku khianat. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam menggolongkan mereka sebagai orang yang membaca Al Quran, namun hanya sebatas sampai di ucapan saja. Mereka dengan mudah keluar dari agama Islam dan tuntunan Al Quran.

Sebut saja Abdurrahman bin Muljam at-Tamimi. Salah satu pemuka Khawarij ini dikenal sebagai orang yang ahli ibadah. Tak pernah tertinggal sholat malam, rajin puasa sunah dan juga hafal Al Quran. Bahkan Khalifah Umar bin Khattab pernah mengutusnya ke Mesir untuk mengajarkan Al Quran kepada masyarakat di sana yang baru saja masuk Islam.

Namun pada akhirnya, di tahun 40 Hijriyah dialah orang yang membunuh khalifah Ali bin Abi Thalib. Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib, "Pembunuhmu adalah seburuk-buruknya manusia."

Abdurrahman bin Muljam at-Tamimi, seorang ahli ibadah yang hafal Al Quran dengan begitu cepat berubah menjadi seburuk-buruknya manusia karena membunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib yang juga menantu Rasulullah SAW.

Sebaliknya, ada orang yang awalnya sangat membenci Nabi Muhammad SAW dan memusuhi Islam dalam waktu singkat hatinya bisa berubah. Sebut saja Umar bin Khattab. Di masa jahiliyah, Umar sangat taat pada agama nenek moyangnya. Sampai-sampai dia tega membunuh anak perempuannya dengan cara menguburnya hidup-hidup.

Kebencian Umar kepada Nabi Muhammad yang mulai menyebarkan agama Islam pun sangat dalam. Hingga dia pun menghunus pedang berniat membunuh Nabi Muhammad. Namun setelah mendengar ayat-ayat Al Quran yang dibacakan Fatimah sang adik, hati Umar bergetar. Saat itu Fatimah membaca Al Quran surat Thaha ayat 1 sampai 6.

{طه (١) مَا أَنزلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى (٢) إِلا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى (٣) تَنزيلا مِمَّنْ خَلَقَ الأرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلا (٤) الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى (٥) لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَى(٦)

Artinya: "Thaahaa. Kami tidak menurunkan kepadamu Alquran supaya kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut kepada Allah. Yaitu (Alquran) yang diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. Tuhan Yang Mahapemurah, yang bersemayam di atas arsy. Milik-Nya semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi dan apa yang ada di antara keduanya serta semua yang di bawah tanah."

Setelah mendengar lantunan Al Quran Surat Thaha ayat 1 sampai 6 tersebut, Umar bin Khattab langsung menemui Nabi Muhammad SAW dan menyatakan masuk Islam. Masuknya Umar bin Khattab ke dalam Islam merupakan jawaban Allah SWT atas doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan dalam hadits riwayat Imam At-Tirmidzi, di awal-awal kenabian, Rasulullah SAW pernah memanjatkan sebuah doa"

"Ya Allah, muliakanlah Islam dengan dua orang yang paling Engkau cintai, dengan Umar bin Al-Khathab atau dengan Abu Jahal bin Hisyam."

Allah SWT menjawab doa Rasulullah SAW. Umar bin Khattab masuk Islam. Dia menjadi sahabat terdepan yang akan membela Islam dan Nabi Muhammad SAW dari kejahatan orang-orang kafir Quraisy. Sepeninggal Rasulullah sAW dan Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar diangkat menjadi Khalifah dan mendapat gelar sang Amirul Mukminin.

Umar yang dulunya sempat menghunus pedang dan berniat membunuh Rasulullah SAW, atas kuasa Allah SWT dia justru berubah menjadi pembela Islam dan Rasulullah SAW. Pada akhirnya setelah wafat, Umar juga dimakamkan di samping makam Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash Shiddiq.

Betapa Allah SWT maha membolak-balikkan hati manusia. Berdoa kita kepada Allah SWT agar diberikan ketetapan hati dan senantiasa Istiqomah. Sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah SAW:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Artinya: Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.'

Dan doa seperti dalam Al Quran Surat Ali-Imran ayat 8:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ


Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang kepada kesesatan, setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (Karunia)."


Wallahualam Bissawab.

Erwin Dariyanto

Redaktur Pelaksana Special Content dan Hikmah detikcom

*Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis. Isi artikel bukan menjadi tanggung jawab redaksi detikcom. -Terima kasih (redaksi

(erd/erd)