PPKM Belum Maksimal, Satgas Minta Budaya Gotong Royong Dimanfaatkan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 18:18 WIB
Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Prof Wiku Adisasmito (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Satgas COVID-19 menyampaikan hasil evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di 73 kabupaten dan kota selama satu minggu ini. Hasilnya, 46 daerah masih mengalami peningkatan kasus.

"Berdasarkan evaluasi 1 minggu, berdasarkan kasus aktif sebanyak 46 kabupaten/kota mengalami peningkatan, 24 kabupaten/kota menurun, 3 kabupaten/kota tidak mengalami perubahan," papar Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (21/1/2021).

Sementara, berdasarkan indikator kematian, sebanyak 44 kabupaten dan kota masih mengalami peningkatan. Kemudian, 29 daerah mengalami penurunan angka kematian.

"Berdasarkan indikator kesembuhan 37 kabupaten/kota mengalami penurunan dan 36 kabupaten/kota mengalami peningkatan, berdasarkan keterisian tempat tidur atau BOR, sebanyak 6 dari 7 provinsi atau 66,32 persen kabupaten/kota masih berada di atas parameter nasional," tuturnya.

Wiku mengungkapkan hasil evaluasi tersebutlah yang membuat pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM. Sebab, kata dia, kebijakan gas dan rem yang diterapkan belum memberikan hasil yang maksimal.

"Hasil monitoring ini juga menjadi dasar keputusan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat sampai dua minggu mendatang. Sebagaimana yang secara resmi telah disampaikan oleh Kemendagri, mengingat dampak kebijakan gas dan rem ini belum sepenuhnya memberikan hasil yang maksimal," kata Wiku.

Wiku menjelaskan, dampak positif penerapan PPKM memang memakan waktu lebih lama dibanding dampak dari penyebaran COVID-19. Karena itu, dia meminta semua daerah untuk menerapkan PPKM secara serius.

"Sehingga perlu adanya pelaksanaan kebijakan ini secara sungguh-sungguh untuk menghasilkan perubahan signifikan terhadap kasus Covid-19 kepada seluruh indikator yang ada. Dimohon setiap daerah dapat menyesuaikan intervensi penanganan pandemi Covid-19 sesuai dengan situasi dan kondisi terkininya," ungkap dia.

Lebih lanjut, Wiku mengatakan hasil evaluasi ini juga menunjukkan perlunya penambahan strategi penanganan pandemi. Salah satunya dengan memanfaatkan budaya gotong royong masyarakat.

"Hasil monitoring dan evaluasi ini pun mencerminkan perlunya penambahan strategi penanganan pandemi dengan memanfaatkan kekuatan negara yaitu budaya gotong royong. Oleh karena itu perlu adanya pemantauan pelaksanaan kebijakan ini. Termasuk mengobservasi kepatuhan protokol kesehatan di tingkatan yang spesifik. Misalnya di area perkantoran maupun di komunitas," tutur Wiku.

"Sistem pemantauan per daerah dapat dikuatkan dengan pembentukan satgas di tingkatan yang spesisfik ini di kantor dan komunitas. Jangan ragu untuk melakukan pendisiplinan karena satgas daerah maupun posko dilindungi oleh negara secara hukum. Dan mohon untuk masyarakat bisa untuk kooperatif dengan operasi yang aakan dilakukans elama periode pembatasan kegiatan ini," sambungnya.

(mae/idn)