Fadli Zon Berpuisi, Legislator PDIP Sentil Narasi Pesimisme

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 18:04 WIB
Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno
Foto: Hendrawan Supratikno (dok. ist).
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR Fadli Zon membuat puisi berjudul 'Negeri di Tepi Jurang'. Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno menilai sebaiknya narasi yang bernada kutukan dan pesimisme dijauhi.

"Soal bencana dan jurang, sebaiknya kita menjauhi dari narasi kutukan dan pesimisme. Ini justru panggilan agar kita semakin kuat bersatu dan arif di masa penuh tantangan ini," kata Hendrawan kepada wartawan, Kamis (21/1/2021).

Lebih lanjut, Hendrawan juga menyoroti perihal utang yang disinggung Fadli Zon. Menurutnya, jika puisi tersebut merujuk kepada utang di Indonesia, ia mengatakan Komisi XI DPR RI selalu mengawasi penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam manajemen utang.

"Soal utang, misalnya. Komisi XI selalu mengawasi penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam manajemen utang, sekaligus mendorong perbaikan pengelolaan penerimaan pajak. Sejumlah indikator tentang manajemen utang terus kami monitor. Jadi tidak ugal-ugalan seperti yang dibayangkan dalam eksotika puisi," jelasnya.

Menurut anggota Komisi IX DPR RI itu, ekspresi dalam puisi Fadli Zon wajar. Hendrawan menilai insting puitis tidak harus selalu sejalan dengan kajian logika.

"Sebagai ekspresi estetis, puisi pamflet seperti itu wajar-wajar saja. Dulu Rendra lebih galak. Insting puitika tidak selalu sejalan dengan kajian logika," ucapnya.

Puisi Fadli Zon berjudul 'Negeri di Tepi Jurang' menyinggung soal pemenjaraan karena kata-kata hingga utang. Fadli Zon juga bicara soal bencana yang kata dia di mana-mana, mulai dari di darat, laut dan udara.

Dalam puisi itu, Fadli Zon juga bicara kebengisan dan kesombongan. Di akhir bait puisinya, Waketum Gerindra itu menuliskan kalimat memohon penyelamatan kepada Allah SWT. Berikut ini puisi Fadli Zon 'Negeri di Tepi Jurang':

Negeri di Tepi Jurang
Apalagi yang mau kita katakan
Kata-kata berujung bui
Apalagi yang mau kita suarakan
Suara-suara berkabung sunyi
Apalagi yang mau kita lakukan
Semua dilarungi tirani

Negeri di tepi jurang
Dililit utang terus menjulang
Wabah pandemi mengoyak bumi
Ketimpangan makin tinggi
Bencana di mana-mana
Di darat di laut di udara

Negeri di tepi jurang
Dijangkiti kebohongan kebencian kemunafikan
Negeri di tepi jurang
Dilanda kesombongan kebengisan penindasan

Ya Allah
Selamatkan negeri ini
Selamatkanlah rakyat kami
Amin

Fadli Zon, 20 Januari 2021

Simak juga video 'Fadli Zon Minta Panglima TNI Bebaskan Prajurit yang Kena Sanksi Sambut Rizieq':

[Gambas:Video 20detik]



(hel/gbr)