Satgas COVID-19: Hampir Setengah Zona Merah di RI Berasal dari Jawa-Bali

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 17:24 WIB
Prof. Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (dok. Satgas COVID-19)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 mengatakan hampir setengah zona merah di Indonesia berasal dari Pulau Jawa dan Bali. Hal ini disebabkan jumlah zona merah bertambah.

"Jika dilihat pada perkembangan spesifik zonasi risiko di Pulau Jawa dan Bali, maka terdapat perkembangan ke arah yang tidak diharapkan selama 4 minggu terakhir. Tren perkembangan zonasi risiko Jawa dan Bali, ini sempat mengalami penurunan zona merah pada tanggal 3 Januari 2021, yaitu dari 41 kabupaten kota menjadi 32 kabupaten kota, namun kemudian angkanya meningkat pada minggu setelahnya, yaitu dari 39 kabupaten kota, dan bahkan meningkat drastis pada minggu ini, yaitu menjadi 52 kabupaten/kota," ujar Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito saat konferensi, Kamis (21/1/2021).

Kenaikan zona merah di Jawa dan Bali diartikan Wiku hampir setengah zona merah di Indonesia berada di pulau itu. Saat ini tercatat ada 108 kabupaten/kota berada di zona merah.

"Ini berarti, hampir setengah dari zona merah di Indonesia ini berasal dari kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali. Sebagai informasi, zona merah di Indonesia saat ini jumlahnya 108 kabupaten/kota," ucap Wiku.

Zona merah di daerah yang menerapkan PPKM juga bertambah. Sejak 17 Januari, 39 kabupaten/kota berada di zona merah, 30 kabupaten/kota di zona oranye, dan 4 kabupaten/kota di zona kuning.

"Angka ini meningkat jumlahnya pada zona merah dan oranye dibanding minggu sebelumnya," ucapnya.

Wiku meminta masyarakat bersabar akan adanya kebijakan PPKM ini. Dia memastikan PPKM akan memberikan dampak nyata setelah tiga minggu dijalankan.

"Hal ini menandakan kebijakan intervensi pembatasan kegiatan yang dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali yang sudah berlangsung selama 1 minggu masih harus dioptimalkan. Kita masih memiliki harapan besar pada intervensi pemberlakuan pembatasan kegiatan ini, ini baru 1 minggu pelaksanaan, dampak dari intervensi baru akan terlihat pada minggu ke-3 intervensi dilakukan," pungkasnya.

(zap/mae)