Jeritan Hati Warga Medan, Rumah Kena Banjir Sebulan-Tak Bisa Jualan

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 15:47 WIB
Penyedotan banjir di Gang Subur Lama, Medan (Datuk Haris-detikcom)
Penyedotan banjir di Gang Subur Lama, Medan (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Warga di Gang Subur Lama, Medan, bercerita soal banjir yang menggenangi permukimannya sejak sebulan lalu. Mereka mengeluhkan ekonominya bermasalah karena tak bisa berjualan.

Salah satu warga, Ines (50), mengatakan sejak banjir menggenangi permukiman rumahnya, ekonomi keluarganya terganggu. Suaminya yang seorang pedagang tidak bisa berjualan karena genangan itu.

"Iya terutama suami saya nggak bisa jualan karena kan angkat barang dia. Biasanya kan becaknya dibawa ke dalam. Ini ngangkat-ngangkat kadang airnya dalam. Pulang nanti hujan pula lagi. Itu sudah termasuk ya mata pencarian kami matilah, terganggu," kata Ines di kediamannya, Kamis (21/1/2021).

Ines menyebutkan suaminya itu berjualan di depan salah satu hotel di Medan. Suaminya berjualan menggunakan becak.

"Becaknya taruh di depan. Barangnya angkat ke rumah, kadang hujan malam. Anaklah dibanguni. Bantu angkat. Tapi kadang-kadang namanya dalam, nggak jualanlah dia (suami). Paling diambilnya pada malam Sabtu dan malam Minggu. Itu pun kalau nggak hujan," ujar Ines.

Ines mengaku banjir sangat mengganggu kegiatannya. Sekarang air telah masuk melalui celah-celah keramik.

"Airnya pun sekarang bukan naik lagi, tapi sudah masuk dari celah-celah keramik hingga membasahi alas tidurnya," sebut Ines.

Ines menyebut suaminya sakit diare sejak beberapa hari lalu gegara banjir tak kunjung surut. Dia meminta drainase di wilayah itu segera diperbaiki. Ines mengaku jenuh dengan keadaan tersebut.

"Suami saya ini lagi masuk angin. Lagi diare sudah berapa hari. Karena masuk air yang hujan lebat itu. Kalau bisa segeralah paritnya selesai. Sudah jenuh kalilah. Sudah hampir 2 bulan," ujar Ines.

Selanjutnya
Halaman
1 2