Soal Pungutan 100 Riyal, KBIH Azphem Lempar ke Badruddin

Info Haji

Soal Pungutan 100 Riyal, KBIH Azphem Lempar ke Badruddin

- detikNews
Selasa, 07 Feb 2006 15:43 WIB
Soal Pungutan 100 Riyal, KBIH Azphem Lempar ke Badruddin
Madinah - Kasus pungutan 100 Riyal per jamaah yang dilakukan oleh KBIH-KBIH yang tergabung dalam kloter 58 JKG (Jakarta) masih berbuntut. KBIH Azphem yang juga memungut 100 Riyal kepada tiap jamaahnya tidak mau disalahkan. Azphem melempar tanggung jawab pemungutan uang itu kepada pimpinan KBIH Al Badriyah, H Badruddin. Kasus pungutan 100 Riyal dengan dalih melobi Majmuah agar mendapatkan hotel yang bagus dan dekat dengan Masjid Nabawi ini mulai menggema sejak Senin (6/2/2006) kemarin. Hingga Selasa (7/2/2006), penyelesaian kasus ini belum bisa dituntaskan. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah sedang menyelesaikan kasus ini. Sedikitnya ada 11 KBIH yang memungut uang 100 Riyal per jamaah di kloter 58 JKG ini. Pemungutan uang ini atas koordinasi Ketua KBIH Al Badriyah, H Badruddin. Oleh KBIH-KBIH di kloter ini, Badruddin dianggap sebagai pelobi ulung sehingga bisa mendapatkan hotel yang bagus dan dekat dengan Masjid Nabawi. Sebagai kompensasi mendapat hotel bagus inilah, KBIH menyetor uang pungutan dari jamaah kepada Badruddin. Tapi, akal-akalan KBIH ini pun tercium juga. Prof Dr Ir Bustami Syam, salah seorang anggota jamaah KBIH Pandu Mahardika yang dititipkan kepada KBIH Babus Salam menyelidiki ke mana larinya uang pungutan ini. Dan ternyata, perolehan hotel bagus bagi jamaah haji kloter 58 JKG ini sudah ditetapkan oleh Majmuah dan Daker Madinah. Tidak ada campur tangan Badruddin. Majmuah Al Abror yang membawahi hotel Rawdet Mubarak dan hotel Al Asyraq juga membantah menerima uang dari Badruddin. Lantas, Bustami dan para jamaah Pandu Mahardika melaporkan kasus ini kepada Daker Madinah. Mereka meminta agar uang jamaah dikembalikan. Sebab, apa yang diklaim Badruddin dan para pimpinan KBIH lainnya tidak sesuai dengan fakta. Ini termasuk penipuan. Pemungutan uang 100 Riyal per jamaah juga dialami jamaah KBIH Azphem. Kepada detikcom, sejumlah jamaah yang keberatan ditulis namanya, mengaku dimintai uang oleh pimpinan KBIH 100 Riyal per orang dengan dalih sebagai uang pelicin untuk melobi Majmuah agar diberi hotel bagus. Ketua KBIH Azphem, H Lutfie saat ditemui Senin (6/2/2006) malam, mengaku memungut 100 Riyal kepada masing-masing jamaahnya. Uang itu diberikan kepada Badruddin sebagai uang lobi, karena mendapatkan hotel bagus dan dekat dengan Masjid Nabawi. "Saya sendiri juga membayar, malah saya juga membayari 3 pembimbing jamaah saya," kata Lutfie yang membawa 113 jamaah ini. Lutfie mengaku telah mendapat konfirmasi dari Daker Madinah bahwa penentuan hotel Rawdet Barokah dan hotel Al Asyraq berdasarkan keputusan Majmuah dengan Daker Madinah. Tidak ada campur tangan Badruddin. Meski begitu, Lutfie tidak mau meminta pertaggungjawaban Badruddin.Bahkan, Lutfie terkesan sangat hormat dengan Badruddin. "Pak Badruddin itu asli Betawi keturunan syaikh. Beliau sudah bertahun-tahun membawa jamaah dan memilih kelebihan melobi di sini. Saya tidak bisa melakukan seperti yang dilakukan Pak Badruddin," kata Lutfie. Menurut dia, pemungutan uang untuk lobi hotel ini sudah menjadi kesepakatan jamaah saat masih berada di tanah air. Saat ditanya apakah dirinya akan meminta kembali uang jamaahnya kepada Badruddin, Lutfie menjawab tidak tegas. Dia tidak akan melakukan hal itu, karena kasus ini sudah terjadi dan jamaah telah mendapatkan pemondokan yang bagus dan dekat masjid Nabawi. Sebagai pimpinan KBIH Azphem, Lutfie juga tidak akan menginformasikan kasus ini yang sebenarnya kepada jamaahnya. Dia beralasan agar jamaah bisa tenang beribadah. "Saya tidak mau membuat jamaah tidak tenang. Di sini kan untuk beribadah, agar mereka bisa khusyuk," ungkap Lutfie. Apalagi, kata dia, jamaahnya tidak ada yang mempersoalkan pungutan 100 Riyal ini. Ketika ditanya lebih lanjut, bila nanti jamaahnya meminta kembali uang pungutan itu karena ini adalah penipuan, Lutfie seakan melepas tanggung jawab. Bila ada jamaahnya meminta uang pungutan kembali, Lutfie akan mempertemukannya dengan Badruddin. "Ya nanti jamaah akan saya pertemukan langsung dengan Pak Badruddin," ujar dia. Lutfie juga tampak bersikap 'aneh'. Dia mengaku tidak dirugikan atas pungutan 100 Riyal ini. Namun, saat ditanya apakah dirinya menerima uang dari Badruddin atas pungutan jamaah ini, Lutfie membantahnya. "Tidak, saya tidak menerima sepeser pun. Wong saya juga ikut membayar kok," ujar dia. Selanjutnya, Lutfie mengaku baru pertama kali memungut uang kepada jamaah untuk lobi hotel. "Saya baru kali ini. Saya percaya Pak Badruddin karena selama membawa jamaahnya ke Tanah Suci, Pak Badruddin selalu mendapatkan hotel bagus dan dekat dengan Madinah," ungkap dia. Keterangan Foto:Inilah hotel Rawdet Mubarak yang ditempati jamaah haji kloter 58 JKG. Pimpinan KBIH Al Badriyah mengaku telah melobi Majmuah sehingga jamaah bisa mendapatkan hotel ini. Namun, Majmuah membantahnya. (asy/)


Berita Terkait