5 Warga Cianjur & Ungaran Korban SUTET Ikut Jahit Mulut
Selasa, 07 Feb 2006 15:10 WIB
Jakarta - Aksi mogok makan yang dilakukan korban Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI) bertambah kembali setelah sebelumnya beberapa peserta telah dipulangkan karena kondisi kesehatan yang semakin memburuk. Hari ini, Selasa (7/2/2006), jumlah peserta mogok makan bertambah tiga orang dan rencanya sore ini akan bertambah dua orang lagi.Sekitar pukul 10.00 WIB tadi, menyusul rekan-rekannya yang telah menjalani mogok makan selama beberapa hari, tiga orang warga Cianjur, Jawa Barat, telah dijahit mulutnya. Ketiga orang tersebut yaitu Muhammad Solehuddin (44), Ajat (28), Junaidi (29)."Yang jahit dokter," ujar Koordinator Solidaritas Advokasi Korban Sutet Seluruh Indonesia (SAKSI) Mustar Bona Ventura Manurung, kepada detikcom, Selasa (7/2/2006) di Posko SRI, Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat.Sementara dua orang lainnya yang juga akan dijahit sore ini berasal dari Ungaran, Jawa Tengah, yaitu Kuswianto (24) Suyoto (35).Sebelumnya, peserta aksi tersebut yang masih bertahan berjumlah tiga orang, yaitu Yani, Ika dan Manisah masih bertahan di Posko SRI. Namun Manisah tepat pukul 14.00 WIB tadi telah dijemput oleh pihak keluarganya karena kondisinya semakin memburuk."Ibu Manisah tadi sudah dibawa pulang. Kemarin dia (Manisah) sempat pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Tadi dia dibawa dengan ambulan milik TNI," ujar Mustar.Saat ditanya alasannya untuk mengikuti aksi mogok makan ini, Kuswianto yang baru saja tiba dari Ungaran mengatakan, di daerah tempat tinggalnya, yaitu di Langensari Barat, Ungaran, banyak sekali penyakit yang harus diderita masyarakat setelah beroperasinya SUTET."Paru-paru dan kanker otak banyak terjadi di sana," kata Kuswianto kepada detikcom. Ia menambahkan, untuk membuktikan bahwa SUTET memang membawa akibat buruk kepada masyarakat di daerah sekitar SUTET sangat mudah. Kuswianto menceritakan saat hujan deras banyak sekali benda-benda yang tiba-tiba dialiri listrik."Contohnya tiang jaring untuk bermain voli dan payung. Juga kabel yang tidak dialiri listrik pun bisa teraliri dengan sendirinya," imbuhnya.Dengan bertambahnya lima orang dari Cianjur dan Ungaran tersebut pada hari ini, maka jumlah peserta aksi mogok makan dengan jahit mulut berjumlah 7 orang.
(fjr/)










































