Petrokimia Gresik Dorong Distributor Tebus Pupuk Bersubsidi

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 17:37 WIB
pupuk subsidi
Foto: Petrokimia Gresik
Jakarta -

Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia mendorong seluruh distributor pupuk bersubsidi di daerah untuk segera melakukan penebusan pupuk bersubsidi. Penebusan dimaksudkan agar pupuk bersubsidi dapat segera didistribusikan kepada petani melalui kios-kios resmi yang tersebar di penjuru daerah.

Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih menjelaskan pupuk bersubsidi akan selalu tersedia di seluruh Gudang Penyangga (lini II). Oleh karena itu, distributor diminta untuk menyediakan stok pupuk bersubsidi di gudang distributor (lini III) sesuai ketentuan pemerintah.

"Kami meminta distributor untuk menyediakan stok pupuk bersubsidi di gudang distributor untuk alokasi minimal dua minggu ke depan, agar dapat didistribusikan kepada petani melalui kios-kios resmi atau lini IV," ujar Digna dalam keterangan tertulis, Rabu (20/1/2021).

Saat menghadiri 'Gathering Distributor Utama Petrokimia Gresik' di Lombok Barat, NTB, Senin (18/1), Digna menjelaskan kegiatan tersebut adalah salah satu bentuk koordinasi perusahaan dalam rangka kesiapan musim tanam. Sebelumnya, sebanyak 661 distributor Petrokimia Gresik juga telah menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen anti korupsi dan gratifikasi dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

Lebih lanjut, Digna menyatakan penyaluran pupuk bersubsidi tahun ini bakal semakin menantang, karena dampak wabah COVID-19 masih akan terasa. Selain itu pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020 menugaskan holding Pupuk Indonesia menambah alokasi pupuk bersubsidi dari 8,9 juta ton (2020) menjadi 9,04 juta ton (2021), plus pupuk organik cair sebanyak 1,5 juta liter.

Untuk teknis penyaluran pupuk bersubsidi, kios resmi akan berpedoman pada Surat Keputusan (SK) Dinas Pertanian setempat. Oleh karena itu, distributor diminta untuk memastikan agar kios-kios resmi menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan SK tersebut, baik dari segi jenis maupun jumlah.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga mengajak masyarakat, bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), untuk turut mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi. Jika ada penyelewengan, masyarakat dapat melaporkannya kepada aparat atau pihak berwajib. Karena hal tersebut adalah perbuatan melawan hukum dan dapat diancam pidana.

"Jika ada diantara distributor kami yang terbukti melakukan penyelewengan, maka kami tidak akan segan untuk memberhentikan kerjasama distribusi," tegas Digna.

Apresiasi Kinerja Distributor

Lebih lanjut Petrokimia Gresik mengapresiasi kepada distributor dengan penebusan pupuk non-subsidi retail NPK Phonska Plus tertinggi sepanjang tahun 2020. Berkat dukungan dari para distributor, Petrokimia Gresik berhasil menjual pupuk NPK Phonska Plus lebih dari 100.000 ton pada tahun 2020.

Digna mengajak para distributor pupuk lainnya meningkatkan penebusan pupuk NPK Phonska Plus. Itu merupakan strategi perusahaan dalam menjaga ketahanan pangan nasional dengan mengurangi ketergantungan petani terhadap ketersediaan pupuk bersubsidi yang alokasinya terbatas.

Sebagaimana diketahui, kebutuhan petani menurut usulan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) mencapai 23 juta ton. Sementara alokasi pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah hanya 9,04 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk organik cair.

"Gap antara alokasi dan kebutuhan inilah yang akan kita dukung melalui pupuk komersil seperti NPK Phonska Plus. Jadi petani tidak perlu khawatir," pungka Digna.

(mul/ega)