KNKT Bangun Posko di Pulau Lancang untuk Mudahkan Operasi Pencarian SJ182

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 17:10 WIB
Petugas gabungan terus melakukan evakuasi Sriwijaya Air SJ182. Proses evakuasi dilakukan untuk mencari jenazah penumpang hingga kotak hitam pesawat.
Foto: Operasi pencarian penumpang dan pesawat Sriwijaya Air SJ182 (Grandyos Zafna)
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah membangun posko baru di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Posko tersebut dibangun untuk memudahkan operasi pencarian dan pertolongan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.

"Saat ini KNKT juga telah mendirikan posko baru di Pulau Lancang untuk memudahkan operai pencarian," ujar Menhub Budi di JICT II seperti dilihat dalam siaran Setpres, Rabu (20/1/2021).

Selain itu, Budi berharap black box kedua yakni cockpit voice recorder (CVR) SJ182 bisa segera ditemukan. Memori CVR yang terpisah dari pelindungnya diperlukan demi keperluan investigasi yang dilakukan oleh KNKT.

"Diharapkan CVR dapat segera ditemukan untuk lengkapi investigasi oleh KNKT. Hal ini juga dibutuhkan untuk mengungkap penyebab kecelakaan serta mencegah kejadian yang sama di kemudian hari," tuturnya.

Sementara itu, black box SJ182 berupa flight data recorder (FDR) sudah berhasil ditemukan. Bahkan, data FDR berhasil diunggah oleh KNKT untuk memperoleh informasi terkait penyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ182.

"FDR atau rekaman data penerbangan sudah ditemukan dan telah berhasil dibuka oleh KNKT untuk memperoleh informasi lebih jauh terkait dengan investigasi penyebab kecelakaan," pungkas Budi.

Seperti diketahui, operasi pencarian dan pertolongan terhadap jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 sudah memasuki hari ke-12. Tim SAR gabungan bakal melakukan pencarian ke pesisir pantai utara Jawa, seperti di Banten ataupun Jakarta.

"Kemudian untuk pelaksanaan kegiatan, cuaca hari ini cukup bagus untuk melakukan kegiatan penyelaman. Untuk rencana operasi sendiri tetap kita melakukan 3 media, di atas permukaan, udara, di bawah permukaan," ujar Direktur Operasi Basarnas Brigjen Rasman MS dalam jumpa pers di Gedung Container Terminal, Jakut, Rabu (20/1).

"Untuk udara tetap pemantauan dengan wilayah yang telah kita berikan. Untuk di atas permukaan tetap kita upayakan di sekitar pulau, kemudian di pesisir pantai utara Jawa, ke arah Jakarta, Banten, dan sebagainya," sambungnya.

Simak video 'Momen Jokowi Lihat Langsung Serpihan Sriwijaya Air di Posko Evakuasi':

[Gambas:Video 20detik]



(zak/zak)